Pertamina Antisipasi Lonjakan Permintaan LPG Subsidi di Sulawesi

Andi Aan Pranata    •    Selasa, 15 May 2018 15:49 WIB
elpiji
Pertamina Antisipasi Lonjakan Permintaan LPG Subsidi di Sulawesi
Stok LPG di salah satu agen penyalur di Makassar

Makassar: PT Pertamina lewat Marketing Operation Region (MOR) VII mempersiapkan satuan tugas (Satgas) guna mengantisipasi peningkatan konsumsi energi di pulau Sulawesi selama bulan Ramadan. Satgas bertugas mengupayakan berbagai langkah untuk memastikan ketersediaan gas LPG dan bahan bakar minyak (BBM) baik subsidi maupun non subsidi di enam provinsi se-Sulawesi.

Area tugas Satgas meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

General Manager MOR VII Pertamina Tengku Fernanda mengatakan, Satgas bekerja pada periode 5-25 Juni 2018. Pada masa tersebut, tingkat konsumsi energi oleh masyarakat meningkat seiring dekatnya hari raya Idul Fitri. 

“Pertamina berkomitmen memastikan pasokan BBM dan LPG di masyarakat terpenuhi khususnya selama masa Ramadan dan Idul Fitri,” kata Fernanda melalui siaran pers yang diterima Medcom.id di Makassar, Selasa 15 Mei 2018.

Pertamina memprediksi, total konsumsi LPG subsidi 3 kilogram masyarakat di Sulawesi sebanyak 38.505 Metrik Ton (MT) selama masa Satgas. Nilai itu meningkat sembilan persen dari total konsumsi normal bulanan, sebesar 35.474 MT.

Pada Ramadan, konsumsi LPG non subsidi rumah tangga, termasuk Bright Gas di Sulawesi juga diyakini meningkat. Kenaikannya diperkirakan lima persen dibandingkan total konsumsi normal bulanan sebesar 2.636 MT.

”Kenaikan (LPG non subsidi) ini terutama ditopang oleh peningkatan konsumsi Bright Gas tabung 12 Kg maupun 5,5 Kg yang semakin diminati konsumen,” ujar Region Manager Retail Fuel Marketing VII, I Ketut Permadi Aryakuumara .

Khusus di Sulsel, Ketut menyebutkan, konsumsi harian LPG subsidi 3 Kg selama masa satgas diprediksi naik enam persen menjadi 826 MT per hari. Konsumsi tertinggi diperkirakan terjadi pada H+ Idul Fitri, yang mencapai  779 MT atau 16 persen dari konsumsi normal.

“Untuk konsumsi LPG non subsidi rumah tangga diprediksi akan tetap berjalan normal yaitu 61 MT perhari,” kata Ketut.

Pertamina MOR VII juga mengupayakan berbagai hal di luar penyediaan stok. Tengku mengatakan, pihaknya antara lain mengoptimalisasi mobil tanki dan awak mobil tanki serta menyiapkan mobil tanki Dispensing System/Mobile Dispenser. Untuk penyaluran LPG, Pertamina menyiapkan 236 Agen LPG dan 2.697 pangkalan LPG siaga di wilayah Sulawesi.

“Khusus di wilayah Sulsel, terdapat 118 Agen LPG dan 1.180 pangkalan LPG siaga,” dia melanjutkan.


(ALB)