IUPK Freeport akan Diberikan Setelah Agustus

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 13 Jul 2018 11:33 WIB
freeport
IUPK Freeport akan Diberikan Setelah Agustus
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: MI/Adam Dwi)

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal segera mengubah status kontrak karya (KK) PT Freeport Indonesia menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan status tersebut bakal diubah apabila proses transaksi divestasi telah diselesaikan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pada induk PTFI Freeport McMoran.

"Kami akan finalkan IUPK operasi produksi (OP) yang disebutkan setelah divestasi selesai," kata Jonan di Kemenkeu, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Selain persyaratan terkait transaksi, Jonan berharap finalisasi divestasi 51 persen saham PTFI lebih cepat. Kemudian mengenai stabilitas investasi harus bisa segera selesai.

Kemudian untuk perpanjangan kontrak 2x10 tahun Jonan juga mempersyaratkan adanya rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait dampak lingkungan dalam bisnis PTFI.

"Bahwa perpanjangan bisa diberikan dengan rekomendasi atau tidak ada masalah serius di lingkungan," jelas dia.

Sementara itu Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan telah ada upaya perbaikan PTFI dalam mengelola dampak lingkungan. Dia mengatakan ada pengendalian limbah ramah lingkungan.

"Kita dorong PTFI, apalagi sudah Inalum di dalamnya untuk pengembangan lingkungan yang lebih baik dan keberlanjutan. Mudah-mudahan rekomendasinya bisa positif," ujar Siti.

Setelah IUPK diberikan, Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menerbitkan financial stability agreement yakni terkait dengan ketentuan kewajiban pajak yang harus dipenuhi.

Inalum sebelumnya menargetkan akan menyelesaikan transaksi divestasi saham PT Freeport Indonesia agar menjadi pemegang mayoritas 51 persen pada Agustus.

Adapun nilai transaksi yang telah disepakati dalam proses divestasi tersebut sebesar USD3,85 miliar. Artinya Inalum sebagai induk holding yang ditugaskan untuk mengambil divestasi tersebut harus membayar uang sejumlah itu pada induk PT Freeport Indonesia yakni Freeport McMoran (FCX) untuk mendapatkan 51 saham tambang di Papua.

 


(AHL)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

6 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA