PLN: Penggunaan Listrik Meningkat Jelang Berbuka Puasa

Kautsar Widya Prabowo    •    Rabu, 16 May 2018 18:39 WIB
listrikpln
PLN: Penggunaan Listrik Meningkat Jelang Berbuka Puasa
Ilustrasi. (Foto: Antara/Agung Rajasa).

Depok: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengungkapkan terdapat perubahan penggunaan listrik yang signifikan pada bulan Ramadan. Terutama saat waktu sahur dan menjelang berbuka puasa.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat Haryanto WS menjelaskan perubahan tersebut terlihat dari aktivitas penggunaan listrik yang tinggi.

"Biasanya beban naik pada saat sahur dan buka puasa, Insyallah ini bisa berjalan dengan lancar," ujarnya di Gardu Induk Gandul, Depok, Rabu, 16 Mei 2018.

Ia menilai kenaikan tersebut kurang lebih meningkat satu setengah kali lipat dari penggunaan di bulan biasa. Namun pihaknya memperhatikan terjadi penurunan setengah dari beban normal saat menjelang hari raya Idulfitri.

"Biasanya kalau Idulfitri beban malah turun jadi bagi sistem itu sebetulnya baik," tambahnya.

Oleh sebab itu, PLN melalui Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) bersama Unit Transmisi Jawa Bagian Barat (UT JBB), Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UI JBB) dan Unit Induk Pembangunan Interkoneksi Sumatera Jawa (UIP ISJ) baru saja meresmikan 19 fasilitas ketanagalistrikan berupa Gardu Induk dan Jaringan Transmisi yang sudah diselesaikan dan dioperasikan sejak Februari hingga Mei 2018.

Adapun 19 proyek yang diresmikan pada hari ini adalah 11 proyek yang dikerjakan PT PLN Unit Transmisi Jawa Bagian Barat dengan biaya Rp251 miliar bertegangan 860 Mega Volt Amper (MVA) dan panjang transmisi/Saluran Kabel Tengangan Tinggi (SKTT) 34,95 kilometer sirkit (KMS).

Lima proyek yang dikerjakan PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat dengan biaya Rp905 miliar bertegangan 1.060 MVA dan panjang transmisi/ SKTT 8,78 kms. Serta tiga proyek dikerjakan PT PLN Unit Induk Pembangunan Interkoneksi Sumatera dan Jawa. Biaya yang dihabiskan proyek ini senilai Rp222 miliar dan bertegangan 300 MVA serta panjang transmisi/SKTT 1,5 kms.

"Total 19 proyek, 2.040 MVA, transmisi/SKTT 52,83 kms ini (biaya keseluruhannya adalah) Rp1.379 triliun," tambahnya.

Pihaknya menilai dengan pengoperasian tersebut membuat daya kapasitas meningkat. Sepeti di Tanjung Priok sudah digunakan untuk 500 Mega Volt Amper (MVA), lalu di Gardu Induk Gandul 2.000 MVA.

"Jadi intinya sistem kita instalasi terpasangnya menjadi 2.000 MVA. Artinya kalau ada permintaan pelanggan baru atau kenaikan beban ya kita mampu dan siap sampai 2.000 MVA," tuturnya.


(AHL)