Indonesia-Iran Teken Kerja Sama Jual Beli LPG 600.000 MT

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 31 May 2016 06:18 WIB
impor lpg
Indonesia-Iran Teken Kerja Sama Jual Beli LPG 600.000 MT
Pertamina. Antara/Andika Wahyu.

Merotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyaksikan kerja sama antara Indonesia dengan Iran. Kerja sama tersebut merupakan kesepakatan antara PT Pertamina (Persero) dan National Iranian Oil Company (NIOC) dalam pengadaan pasokan liquified petrolium gas (LPG) sebesar 600.000 metrik ton.

Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan, dari pendekatan antara Indonesia dan Iran selama ini akhirnya terjalin hubungan bisnis ekonomi sektor energi yang strategis. Hal ini demi ketahanan pasokan energi nasional.

"Ini merupakan kunjungan kami yang ketiga kalinya ke Iran. Saya gembira hubungan ekonomi dan bisnis antara Indonesia dan Iran semakin dekat dan meningkat. Hari ini ada tonggak baru penandatangan kerja sama pasokan LPG dari NIOC ke Pertamina", ungkap Sudirman dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (30/5/2016).

Vice Presiden Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menjelaskan penandatanganan antara Pertamina dan NIOC hari ini dalam bentuk head of agreement (HoA) jual beli LPG refrigerated dengan total volume mencapai 600.000 MT. Kesepakatan itu akan mulai efektif berjalan dengan target delivery perdana pada kuartal keempat 2016.

Untuk tahun ini dijadwalkan pengiriman dilakukan sebanyak dua kargo dengan kapasitas 88.000 metrik ton. Pada 2017 akan dikirimkan 12 kargo sehingga total volume mencapai 600.000 MT.

“Kesepakatan ini sangat strategis mengingat kebutuhan LPG di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun," ucap Wianda.

Berdasarkan data perseroan, penjualan LPG Pertamina tahun ini mencapai 7,5 juta metrik ton. Penjualan tersebut meningkat 13,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Besarnya penjualan LPG itu dipacu karena kebutuhan LPG nasional yang juga besar. Oleh karena itu, perlu ada pasokan tambahan untuk meningkatkan ketahanan pasokan LPG tersebut.

"Pasokan dari Iran akan meningkatkan ketahanan pasokan LPG nasional,” terang Wianda.
 
Selain kesepakatan jual beli LPG itu, Wianda menambahkan, ada dua kesepakatan lagi yang dijalin pada kunjungan kali ini. Pertamina dan NIOC sepakat untuk melanjutkan pembicaraan terkait dengan pasokan minyak mentah (crude oil) dan peluang kerja sama sektor upstream.

"Pertamina dan NIOC juga sepakat untuk melanjutkan pembicaraan mengenai pasokan minyak mentah untuk kebutuhan Pertamina. Pertamina dan NIOC juga akan melakukan pembicaraan lebih jauh terkait dengan peluang kerjasama di sektor upstream," papar Wianda.
 
Sekadar informasi, penandatanganan tersebut dilakukan di Teheran antara Senior Vice President Integrated Supply Chain Pertamina Daniel Syahputra Purba dan Vice Director for International Affairs Petroleum Product Marketing and Operation NIOC Moradi. Menteri ESDM Sudirman Said dan Meteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanggeneh ikut menyaksikan penandatanganan kesepakatan konkret dan bersejarah antara Pertamina dan NIOC.


(OGI)