PLTGU Muara Tawar Strategis Pasok Listrik ke Pusat Beban di Jakarta

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 17 Mar 2017 11:59 WIB
pln
PLTGU Muara Tawar Strategis Pasok Listrik ke Pusat Beban di Jakarta
Direktur Utama PLN Sofyan Basir (tengah). (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PLN (Persero) menyebut pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Tawar sangat strategis untuk memasok listrik ke pusat beban di Jakarta dan sekitarnya. PLTGU Muara Tawar add-on dibangun di lokasi existing, untuk melengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang sudah ada sebelumnya.

"Dengan memanfaatkan gas buang dari PLTG ini, maka PLN dapat memperoleh tambahan kapasitas sebesar 650 megawatt (mw) tanpa adanya tambahan bahan bakar gas atau Bahan Bakar Minyak (BBM), sehingga efisiensi pembangkit akan meningkat," kata Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan, Jumat 17 Maret 2017.

PLN juga membangun PLTMG Bangkanai-Z bertenaga 140 MW sebagai tambahan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan listrik beban puncak sistem Barito. Dengan adanya pembangkit ini, total kapasitas PLTMG Bangkanai akan menjadi 295 mw. Sementara pembangkit-pembangkit peaker dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik khususnya pada saat beban puncak yang saat ini masih menggunakan BBM.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah-daerah tersebar dengan pembangkit yang efisien, PLN menggunakan Mobile Power Plant (MPP) paket 3, 4, 5 dan 7. Hal ini juga ditujukan untuk mendukung pemerataan akses listrik di wilayah Indonesia Timur. Pembangklt paket ini menggunakan bahan bakar duel fuel.




Artinya, lanjut Sofyan, sebelum gas alam cair atau Liquid Natural Gas (LNG) tersedia, pembangkit bisa menggunakan BBM. Sedanhkan jika LNG sudah tersedia, maka dapat menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik di lokasi-lokasi tersebut.

"Penggunaan MPP dengan bahan bakar duel fuel sangat diperlukan karena manfaatnya sangat Iuas. Salah satunya, selain menjawab kebutuhan listrik, kita dapat mengurangi penggunaan pembangkit dengan bahan bakar minyak," jelas dia.

Sementara itu, pengadaan PLTD tersebar bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar. Hal ini sangat diperlukan, karena tidak ada alternatif Iain yang sesuai kecuali PLTD berbahan bakar minyak.

Rencananya pada 2019, 90 persen pulau terluar berpenghuni sudah dialiri listrik PLN. Selain itu, 694 desa dan 137 kecamatan di pulau terluar, pulau terpencil dan perbatasan juga sudah berlistrik pada 2019.

Selain pembangkit, PLN juga mengejar pembangunan Saluran Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV dan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV di Jalur Utara Jawa. Hal lni bertujuan untuk mengevakuasi daya dari PLTU lndramayu (2x1.000 MW), PLTU Jawa 1 (1x1.000 MW), PLTU Jawa 3 (2x660 MW), PLTU Jawa Tengah (2x950 MW) dan PLTU Jawa 4 (2x1.000 MW).

"Dengan adanya pembangunan jalur transmisi lni, maka PLN dapat menyalurkan daya listrik sebesar 8.820 mw kepada masyarakat. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia," pungkasnya.

 


(AHL)