PLTM Padang Guci 3x2 MW Resmi Beroperasi

Safran Ansyori    •    Rabu, 17 May 2017 11:52 WIB
pembangkit listrik
PLTM Padang Guci 3x2 MW Resmi Beroperasi
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Eric Ireng)

Metrotvnews.com, Bengkulu: Belasan ribu warga di Kecamatan Padang Guci dan Kecamatan Lungkang Kule, Kabupaten Kaur, Bengkulu yang selama ini mengeluhkan pemadaman listrik dapat bernapas lega. Pasalnya, sejak Rabu 17 Mei, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) Padang Guci di Desa Bungin Tambun III resmi beroperasi dengan daya 3X2 megawatt (mw) dihasilkan dari tiga turbin yang digerakan aliran sungai Padang Guci.

Selama ini warga mengaku sangat kewalahan akan pemadaman listrik, sebab diakui warga meski tempat tinggal mereka di pedesaan dan jauh dari pusat kota, ketergantungan akan listrik tidak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan sehari-hari.

"Pemadaman listrik yang kami rasakan selama ini dalam sehari bisa tiga jam bahkan dalam waktu tertentu bisa mati lampu seharian. Dan itu sangat merugikan, karena untuk masak dan minum semua mengandalkan listrik," kata Suharman, warga Desa Aur Gading, Kecamatan Lungkang Kule, Kaur, Bengkulu.

Dengan dioperasikan PLTM Padang Guci 3X2 mw tersebut, warga di wilayah pembangkit listrik berharap tidak lagi ada pemadaman listrik yang selama ini hampir setiap hari mereka alami. Keberadaan pembangkit juga diharapkan membantu kemandiran energi daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

GM PLN wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu Budi Pangestu menegaskan pemerintah terus berupaya mencukupi kebutuhan energi nasional dengan program pembangunan pembangkit 35.000 mw diseluruh pelosok Tanah Air salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang cukup untuk pembangunan pembangkit listrik dengan energi baru terbarukan (EBT) seperti pembangkit tenaga air, surya dan angin.

"Jumlah pelanggan di Kabupaten Kaur mencapai 35 ribu. Saat ini listrik diambil dari gardu induk mana, Bengkulu Sealatan. Karena kondisi itu membuat layanan belum maksimal, jarak yang jauh risiko pemadaman menjadi tinggi karena kabel arus bisa saja kena tanam tumbuh dan itu menghambat arus listrik. PLTM ini mengandalkan energi terbarukan sesuai peraturan menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) didorong untuk dikembangkan," tutur Budi.

Dari aliran Sungai Padang Guci tersebut, PLTM Padang Guci 3X2 mw yang dibangun awal Januari 2015, dengan turbin produk Austria itu, dijelaskan pihak PLN dapat mengaliri sekitar 15 ribu pelanggan. Sedangkan kondisi listrik di Kabupaten Kaur saat ini rasio elektrifikasinya 89,2 persen. Dibanding kabupaten di Bengkulu lainnya sudah di atas rata-rata, sejalan program pemerintah pada 2019 rasionya sudah 100 persen.

"Masih ada potensi daya hingga 7 mw dialiran sungai Padang Guci ini, kami berharap ada perusahaan dapat memanfaatkan potensi tersebut," papar Budi.

Menanggapi adanya potensi daya 7 mw itu, Bupati Kabupaten Kaur, Gusril Pauzi, mengaku akan membantu kemudahan proses perizinan bagi perusahaan yang akan membangun pembangkit di wilayah Sungai Padang Guci itu, sehingga kendala krisis listrik yang dialami wilayahnya dapat teratasi.

"Dinas terkait saya perintahkan permudah proses perizinan termasuk memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya mendukung program pemerintah," tegas Gusril.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA