Kementerian ESDM Cek Pangkalan Elpiji di Singkil

   •    Senin, 11 Sep 2017 15:02 WIB
elpiji 3 kg
Kementerian ESDM Cek Pangkalan Elpiji di Singkil
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pengecekan ke pangkalan elpiji tabung tiga kg bersubsidi di Kabupaten Singkil, Provinsi Aceh. Langkah itu untuk memastikan harga bahan bakar tersebut sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, mengatakan pihaknya juga ingin memastikan informasi HET di pangkalan terlihat jelas oleh konsumen.

"Kementerian ESDM telah melakukan tindak lanjut terkait masalah tersebut yakni melakukan pengecekan langsung ke pangkalan untuk memastikan harga di pangkalan sesuai dengan HET dan juga memastikan informasi HET di pangkalan terlihat jelas oleh konsumen," katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin 11 September 2017.

Dadan menambahkan suplai elpiji tiga kg di Kabupaten Singkil, Aceh hanya dilayani satu agen yaitu PT Risqi Bersaudara Gas. Sementara, lanjutnya, HET di pangkalan yang berlaku adalah antara Rp18.860 hingga Rp22.500 per tabung tiga kg.

HET berdasarkan SK Bupati Nomor 146a Tahun 2014 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Di Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2014. Dadan memastikan tidak terdapat kelangkaan atau kekosongan elpiji tiga kg bersubsidi di pangkalan dan hanya harganya yang mencapai Rp25 ribu-Rp30 ribu di Kecamatan Gunung Meriah.

Hal tersebut disampaikan Dadan menanggapi berita di laman aceh.antaranews.com berjudul "Harga Elpiji 3 Kg di Singkil Rp30.000". Menurut berita tersebut, harga elpiji tiga kg bersubsidi di Kabupaten Singkil masih bertahan Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per tabung atau melebihi harga eceran tertinggi.

"Harga gas masih tetap sama, berkisar Rp23 ribu sampai dengan Rp25 ribu di pangkalan, sementara di pedagang pengecer dibandrol dengan harga Rp28 ribu sampai dengan Rp30 ribu. Kami sering tidak kebagian jatah untuk kebutuhan rumah tangga," kata Halimatun Sakdiah, warga Rimo.


(ABD)