Harga Gas Jambaran Tiung Biru untuk PLN Ditetapkan USD7,6/MMBTU

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 08 Aug 2017 18:36 WIB
gas
Harga Gas Jambaran Tiung Biru untuk PLN Ditetapkan USD7,6/MMBTU
Wamen ESDM Archandra Tahar. MI/ROMMY PUJIANTO.

Metrotvnews.com, Jakarta: Harga gas hasil pengembangan lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) untuk PT PLN (Persero) wilayah Gresik ditetapkan sebesar USD7,6 per MMBTU flat selama kontrak.

Hal tersebut tercantum dalam penandatangan Head of Agreement (HoA) tentang pasokan gas bumi lapangan gas JTB hari ini yang disaksikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.

"Akhirnya harganya sepakat dengan PLN flat sepanjang tahun sampai kontrak berakhir itu USD7,6 sen per MMBTU flat 30 tahun," kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta 8 Agustus 2017.

Arcandra menjelaskan, proyek JTB ini termasuk dalam proyek strategis karena gas yang dihasilkan cukup besar yakni 170 MMSCFD. Investasi yang dikucurkan dalam proyek sebesar USD2,05 miliar.

Namun, dalam menetapkan harga gas yang pas, diakui PLN, melalui proses yang cukup panjang. Tim pemerintah, bersama Ditjen Migas, SKK Migas, BPH Migas, Pertamina EP Cepu melakukan evaluasi harga gas berdasarkan investasi yang dikeluarkan.

"Ternyata kenyataannya harganya cukup mahal. Itu di 2019 saat onstream dijadwalkan sekitar USD9 plus 2 persen eskalasi. Kalau itu harganya segitu, PLN kira-kira mungkin kemahalan dan tidak masuk keekonomian PLN," jelas Arcandra.

Permintaan penurunan capex atau investasi pun dilakukan agar PLN mendapat harga gas yang ekonomis.

"Karena harganya USD9 per MMBTU, pemerintah minta diturunkan. Akhirnya, kita disini mengatakan tolong harganya diturunkan," imbuh Arcandra.

Akhirnya, melalui beberapa kali pembahasan dengan Pertamina EP Cepu bersedia melakukan efisiensi sehingga menurunkan nilai investasi menjadi USD1,55 miliar dan segera mengeksekusi proyek tersebut.

Gas JTB sebesar 100 MMSCFD akan dimanfaatkan oleh PLN untuk PLTGU Jawa 3 dan 70 MMSCFD untuk industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Gas dari lapangan JTB nantinya juga akan terkoneksi dengan pipa Gresik-Semarang sepanjang 267 km dengan diameter 28 inch. Pipa Gresik-Semarang dengan investasi sekitar USD515 juta direncanakan selesai pada tahun 2018.


(SAW)