Menteri Jonan Ajukan Subsidi Listrik Naik jadi Rp57,67 Triliun

Husen Miftahudin    •    Kamis, 06 Sep 2018 20:43 WIB
subsidi listrik
Menteri Jonan Ajukan Subsidi Listrik Naik jadi Rp57,67 Triliun
Menteri ESDM Ignasius Jonan. Medcom/Eko Nordiansyah.

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengajukan kenaikan subsidi listrik untuk anggaran tahun depan. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019, dia mengusulkan subsidi listrik naik menjadi Rp57,67 triliun.

"Subsidi listrik tetap diberi ke seluruh pelanggan rumah tangga 450 volt ampere (VA) dan rumah tangga miskin dan rentan miskin sesuai data terpadu program penanganan fakir miskin menggunakan daya 900 VA," kata Jonan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 September 2018.

Subsidi listrik pada RAPBN 2019 lebih tinggi ketimbang APBN 2018 sebesar Rp47,66 triliun. Tahun depan subsidi listrik dianggarkan untuk subsidi tarif sebanyak Rp56,46 triliun dan subsidi pasang baru 450 VA sebesar Rp1,21 triliun.

Jonan bilang, pengajuan anggaran untuk subsidi listrik dalam RAPBN 2019 berdasarkan asumsi harga minyak Indonesia sebesar USD70 per barel dan kurs rupiah di level Rp14.400/USD.

Menurutnya, kenaikan anggaran subsidi listrik di tahun depan lantaran adanya kenaikan pelanggan baru untuk golongan rumah tangga berdaya 450 VA. Hal ini sesuai dengan peningkatan ekspansi sambungan listrik ke daerah-daerah sehingga banyak pelanggan yang mengajukan untuk memasang daya 450 VA.

Sementara itu, jelas Jonan, tingkat keterpasangan aliran listrik atau rasio elektrifikasi hingga saat ini sudah mencapai 97,13 persen. Capaian tersebut dianggap jauh lebih baik dibandingkan dengan realisasi rasio elektrifikasi pada akhir 2018 yang hanya sebanyak 97,5 persen.

"Kami target (rasio elektrifikasi) di akhir 2019 bisa mencapai 99 persen," pungkas Jonan.



(SAW)