PGN Siapkan Strategi Mendanai Akuisisi Pertagas

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 07 Jun 2018 10:56 WIB
perusahaan gas negara (pgn)pertagasholding migas
PGN Siapkan Strategi Mendanai Akuisisi Pertagas
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Andika Wahyu)

Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk telah menyiapkan strategi pendanaan untuk mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas).

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan pendanaan akuisisi Pertagas sudah disiapkan perusahaan. Hanya saja pendanaan tersebut disesuaikan dengan hasil dari valuasi Pertagas.

Rachmat menyebut jika hasil valuasi tidak terlalu besar maka pendanaan akan berasal dari kas perseroan.

"Pendanaan tergantung hasilnya. Kalau tidak terlalu signifikan dan keuangan PGN bisa penuhi hasilnya, maka bisa kas," kata Rachmat di The Dharmawangsa, Jakarta, Rabu malam, 6 Juni 2018.

Sementara jika hasil valuasi terlalu besar, maka pendanaan akan dilakukan melalui pinjaman dari beberapa perbankan atau pihak ketiga.

"Tapi kalau nilai besar dan pendanaan internal kurang mau tidak mau akan ada semacam fasilitas pinjaman dari bank atau pihak ketiga," jelas dia.

Saat dikonfirmasi mengenai hasil valuasi yang disebutkan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno sebesar USD2,5 miliar, Rachmat menyebutkan bahwa pihaknya masih terus membahas valuasi tersebut dan belum memfinalisasikan sejumlah angka pasti untuk menghargai Pertagas.

"Bahwa nilai sementara belum bisa sampaikan infonya karena sampai saat ini untuk valuasi nilai Pertagas dalam rangka integrasi ke PGN, proses valuasi dalam pembahasan final. Jadi kalau ditanya angka belum bisa dijawab karena masih proses," tutur dia.

Sementara mengenai pembatalan agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang seharusnya berlangsung pada 29 Juni, Ia menambahkan tujuan agenda tersebut adalah menyosialisasikan kepada pemegang saham mengenai rencana akuisisi Pertagas serta pendanaan yang akan dilakukan untuk akuisisi tersebut.

"Karena PGN perusahaan terbuka untuk RUPS di 29 ada tahapan yang dilaksanakan. Karena masih valuasi maka tahapan ke RUPS belum tercapai. Jadi kami belum bisa comply pada aturan maka kami belum bisa RUPS. Lihat hasil dulu apakah perlu persetujuan RUPS atau tidak," tutup dia.

 


(AHL)


Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

18 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA