Alasan BBM Satu Harga Harus Berlanjut

   •    Minggu, 03 Feb 2019 07:18 WIB
bbm satu harga
Alasan BBM Satu Harga Harus Berlanjut
Ilustrasi. Foto: MI/Atet Dwi

Jakarta: Pengamat ekonomi Universitas Mataram M Firmansyah berharap program BBM Satu Harga di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia terus berlanjut. Namun, Pertamina harus menjaga stabilitas pasokan pada wilayah yang sudah menjalankan program ini.

"Stabilitas pasokan menjadi syarat mutlak. Kalau tidak tentu akan merepotkan karena masyarakat sudah terbiasa dengan harga BBM yang rendah,” kata Firmansyah melalui keterangan tertulis, Minggu, 3 Februari 2019.

Firmansyah mengatakan program itu berdampak baik bagi banyak sektor, tak terkecuali pertanian. Pasalnya, dengan BBM yang murah dan gampang didapat, proses produksi jadi mudah. “Semua yang berkaitan dengan pengolahan, industri, bahkan pertanian, ikut terdampak. Sebab, program tersebut memang meningkatkan keterjangkauan masyarakat kepada BBM,” kata dia.

Alexander Rajariwu, petani di Desa Raekore, Sabu Barat, Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, juga mengakui. Menurut Alexander, BBM Satu Harga bisa meningkatkan hasil panen enam kali lipat. Jika dulu maksimal hanya 500 kilogram, sekarang minimal tiga ton. 

Peningkatan panen, lanjut Alexander, tidak lepas dari optimalnya penggunaan traktor. Sebelum harga BBM murah, dia berpikir dua kali jika hendak memakai traktor. Pasalnya, dulu harga BBM berada pada kisaran Rp100 ribu-200 ribu per liter. 

Itu pun, lanjut Alexander, petani harus menempuh jarak enam kilometer dengan jumlah yang sangat terbatas, yaitu 1,5 liter saja. “Tentu saja mesin traktor tidak optimal karena idealnya harus diisi 3,5 liter,” kata Alexander.

Saat ini, harga BBM sudah sama seperti di Pulau Jawa. Petani bisa leluasa memakai traktor. "Traktor pun bisa bekerja optimal sehingga hasil pertanian menggembirakan,” kata dia. 

Baca: BBM Satu Harga Diharap Ciptakan Pertumbuhan Berkualitas

Di Nusa Penida, program BBM Satu harga juga berdampak positif. Anggota Komisi II DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana, mengatakan, sejak diresmikan November 2017, pulau yang terletak di tenggara Pulau Bali itu mengalami perkembangan menggembirakan. 

“Dari data yang disampaikan di DPRD, Klungkung mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Pendistribusian pendapatan juga lebih merata. Salah satu penyebabnya adalah program BBM Satu Harga,” jelas Adi. 

Adi mengatakan BBM Satu Harga bisa memangkas berbagai biaya distribusi dan operasional di Nusa Penida. Sebelumnya, harga BBM di sana terkenal lebih tinggi dibandingkan dengan Pulau Bali.





(UWA)