Cirebon Power Dorong Pengembangan UMKM

Husen Miftahudin    •    Jumat, 05 Oct 2018 18:48 WIB
pembangkit listrik
Cirebon Power Dorong Pengembangan UMKM
Cirebon Power Dorong Pengembangan UMKM. (FOTO: dok Cirebon Power)

Jakarta: Konsorsium pembangkit listrik Cirebon Power berkomitmen untuk mendukung pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Cirebon. Melalui program kemasyarakatannya atau corporate social resposibility (CSR), Rumah Terasi, Cirebon Power mendongkrak penghasilan masyarakat Cirebon melalui pemanfaatan terasi.

Atas upaya tersebut, Cirebon Power diganjar apresiasi Top CSR 2018 untuk kategori Program Peningkatan Pendapatan dari majalah Business News Indonesia yang bekerja sama dengan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dan CSR Society Indonesia. Menggandeng akademisi Cirebon, Rumah Terasi dinilai mampu menggenjot pendapatan masyarakat sekitar.

"Saat ini pelaku usahanya sudah bisa mandiri dalam berusaha. Ke depan, kita akan kembangkan lagi dengan menggandeng lembaga keuangan micro finance yang sudah terafiliasi agar lebih banyak warga yang merasakan manfaat," kata Presiden Direktur Cirebon Power Heru Dewanto dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

Program Rumah Terasi dimulai sejak 2014. Terasi organik hasil produksi Rumah Terasi dipasarkan secara online di berbagai situs belanja daring. Rumah terasi juga aktif mengikuti berbagai pameran industri lokal, baik di Cirebon maupun tingkat nasional.

"Kita berharap program CSR dapat memberikan efek ekonomi kepada masyarakat Cirebon. Dengan adanya Rumah Terasi, para ibu di Cirebon mendapatkan tambahan penghasilan yang layak," beber Heru.

Top CSR 2018 juga memberi apresiasi kepada Heru Dewanto dalam kategori Top Leader on CSR Commitment. Sebagai Presiden Direktur Cirebon Power, Heru dinilai sebagai pemimpin dengan komitmen terbaik untuk CSR.

Cirebon Power juga memiliki beberapa program CSR. Di antaranya Pusat Pendidikan Vokasi Ketenagalistrikan. Program kemasyarakatan tersebut diikuti 20 siswa lulusan SMK terbaik di Cirebon. Mereka akan mengikuti pelatihan selama enam bulan, termasuk on job training.

"Kita melatih dan mendidik mereka dengan ilmu dan keahlian spesifik, yaitu operasional dan pemeliharaan pembangkit berteknologi batu bara bersih. Dengan modal itu, mereka akan siap kerja hingga nantinya Cirebon akan terkenal sebagi penghasil SDM ketenagalistrikan di Indonesia," pungkas Heru.


(AHL)