Investasi Migas Baru USD7,9 Miliar hingga September

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 06 Oct 2018 20:17 WIB
migas
Investasi Migas Baru USD7,9 Miliar hingga September
Ilustrasi (MI/ADAM DWI)

Jakarta: Realisasi investasi di sektor migas Tanah Air hingga kuartal III-2018 masih terlihat lesu. Pasalnya, realisasinya baru mencapai USD7,9 miliar. Jumlah tersebut baru mencapai porsi 56 persen dari target sebesar USD14,2 miliar.

Mengutip data Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, Sabtu, 6 Oktober 2018, sedangkan perkiraan hingga akhir tahun, investasi yang dikeluarkan mencapai sebesar USD11,2 miliar. Angka itu hanya 79 persen dari target yang ditetapkan.

Sementara itu, Moody's Investment Service menyatakan, Indonesia membutuhkan investasi di sektor migas lebih dari USD150 miliar. Jumlah tersebut dibutuhkan hingga 2025. Nilai itu dibutuhkan untuk menahan produksi di hulu yang mengalami penurunan.

Dengan mengembangkan infrastruktur gas dan memperluas kapasitas pengilangan, ungkap Moody's, dinilai bisa memenuhi kebutuhan minyak yang makin meningkat. Moody's juga percaya bahwa peningkatan proporsi investasi kemungkinan akan jatuh ke Pertamina sebagai produsen minyak dan gas milik negara.

"Dan produsen domestik sebagai investasi asing moderat di tengah lingkungan peraturan yang berkembang," kata Asisten Wakil Presiden dan Analis Moody Rachel Chua.

Chua menambahkan sekitar 80 persen atau USD120 miliar dari investasi tersebut diperlukan untuk kegiatan eksplorasi di hulu, dan sisanya USD30 miliar untuk segmen hilir. Tanpa adanya lonjakan dalam investasi, Moody's memperkirakan, total produksi migas di Indonesia akan turun hampir 20 persen di 2022 dibandingkan dengan produksi di 2017.


(ABD)


Pameran Seni Kontemporer Art Bali

Pameran Seni Kontemporer Art Bali

1 hour Ago

Pameran seni rupa kontemporer Art Bali menjadi salah satu venue yang menarik perhatian delegasi…

BERITA LAINNYA