PLN: Lampung Defisit Listrik 189 MW

   •    Senin, 25 Feb 2019 10:41 WIB
listrikplntarif listrik
PLN: Lampung Defisit Listrik 189 MW
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Bandar Lampung: Provinsi Lampung mengalami defisit daya listrik sebesar 189 MW karena tiga Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) mengalami kekurangan pasokan gas. Meski demikian, PLN berupaya agar defisit tersebut bisa segera ditekan sedemikian rupa demi memudahkan aktivitas masyarakat.

"Saat ini, PLN UID Lampung mengalami kekurangan pasokan gas akibat pemeliharaan di sisi hulu pada PLTMG yang digunakan di Lampung," kata Pelaksana Tugas Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung Junarwin, seperti dikutip dari Antara, di Bandar Lampung, Senin, 25 Februari 2019.

Ia menyebutkan ketiga pembangkit gas tersebut adalah PLTMG Sutami, PLTMG New Tarahan, dan PLTMG Mobile Power Plan (MPP) Tarahan. Junarwin mengatakan PLTMG Sutami, PLTMG New Tarahan, dan PLTMG MPP Tarahan adalah pembangkit listrik yang menggunakan gas sebagai energi primer.

Namun, lanjutnya, saat ini kondisi PLTMG tersebut mengalami kendala kekurangan pasokan gas dikarenakan pemeliharaan di sisi hulu dan PLTA Besai juga masih dalam pemulihan. "Kondisi yang demikian menyebabkan pasokan listrik Lampung saat ini mengalami defisit daya sebesar 189 MW," ujarnya.

Akibatnya, lanjutnya, PLN UID Lampung melakukan pengurangan beban dan hal ini untuk menghindari agar tidak terjadinya pemadaman yang meluas akibat defisit daya tersebut. Junarwin menjelaskan upaya PLN UID Lampung adalah melakukan percepatan penormalan pasokan gas ke PLTMG tersebut dan mengoptimalkan pembangkit-pembangkit lainnya.

Hal itu menjadi penting dilakukan untuk mendukung pasokan daya listrik di Provinsi Lampung. "Atas ketidaknyamanan ini manajemen PLN UID Lampung memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan," tukasnya.

Sementara itu, Komplek perumahan karyawan dan pengolahan air bersih PT Pertamina RU II Dumai di Kelurahan Bukit Datuk kini dilayani listrik PLN sebesar 20 kilovolt, dalam rangka kerja sama dan sinergi dua BUMN.

GM Pertamina RU II Dumai Nandang Kurnaedi bersama Asmen Niaga PLN WRKR Busran Gumilang laksanakan peluncuran perdana pemanfaatan energi listrik PLN di komplek perumahan dan pengolahan air bersih Pertamina Dumai.

Menurut Nandang Kurnaedi, kerjasama dengan PLN bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik perumahan dan pengolahan air bersih ini merupakan penghematan biaya penyediaan listrik yang diperkirakan Rp1 miliar per bulan. "Pelayanan listrik PLN ini tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama dua BUMN, dan Pertamina minta dijaga kehandalan listrik," tuturnya.

Secara bertahap Pertamina RU II akan mengembangkan pemakaian jaringan listrik PLN untuk di semua unit, di antaranya Kilang Minyak Putri Tujuh, perkantoran, Pengolahan Sei Rokan, Sei Pakning dan lainnya dengan total kebutuhan 35 megawatt.


(ABD)