Vivo Klaim Sudah Untung Jual BBM RON 88

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 24 Oct 2017 07:46 WIB
spbu vivo
Vivo Klaim Sudah Untung Jual BBM RON 88
SPBU Vivo di Jakarta (Foto: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Vivo Energy Indonesia mengklaim dengan menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis revvo 88 seharga Rp6.550 per liter sudah mengantongi keuntungan. Adapun penetapan harga tersebut sejalan dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Meski demikian, kondisi itu berbeda dengan PT Pertamina (Persero) yang selalu mengeluhkan penjualan BBM Research Octane Number (RON) 88 atau premium seharga Rp6.450 per liter masih terus menerus merugi. Padahal perbedaan harga kedua BBM tersebut hanya Rp100 per liter.

Corporate Communication Vivo Energy Indonesia Maldi Al-Jufrie mengatakan, untuk harga jual BBM jenis revvo 88, Vivo mengikuti harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Pada tes operasional ini, revvo 88 dibanderol dengan harga Rp6.550 per liter.

"Harga RON 88 akan mengikuti dengan pemerintah. Kita akan mematuhi harga yang ditetapkan Pemerintah Indonesia," kata Maldi, di SPBU Vivo, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin 23 Oktober 2017.

Maldi menyebutkan, dengan harga revvo 88 tersebut, perusahaan sudah memperoleh keuntungan. Namun, ia enggan, menyebutkan keuntungannya berapa besar. "Kalau saya jualan itu untung. Insyaallah RON 88 untung. RON 88 kan ditetapkan pemerintah," sebut dia.

Ia menyatakan siap melakukan ekspansi bisnis RON 88 ke daerah lain tidak hanya di Jabodetabek dalam hal penerapan BBM satu harga jika diminta oleh pemerintah. Hal seperti ini diharapkan memberi keuntungan bagi masyarakat di masa mendatang.

"Sebenarnya kalau yang diatur pemerintah RON 88 di luar Jamali, disitu akan mengikuti. Kita akan ekspansi di luar Jamali, saat ini baru memang di Jabodetabek. Untuk harga RON 88 memang? diatur pemerintah dan kita ikuti apa yang pemerintah tetapkan," jelas dia.

SPBU Vivo yang berada di Cilangkap, Jakarta Timur, dimiliki oleh PT Vivo Energy Indonesia yang sebelumnya bernama PT Nusantara Energi Plant Indonesia (NEPI). NEPI mengubah nama menjadi Vivo supaya memudahkan bisnis hilir migasnya. Dengan resminya perubahan nama pada 19 Oktober 2017, Vivo sudah memenuhi persyaratan administrasi niaga hilir migas.

Rencananya SPBU Vivo akan melakukan tes operasional pada Rabu 25 Oktober 2017 pukul 11.00 WIB. Masyarakat sudah dapat membeli BBM di SPBU Vivo. SPBU Vivo di Cilangkap menjual BBM jenis revvo 88 setara rremium seharga Rp6.550 per liter, revvo 90 setara pertalite dengan harga Rp7.500 per liter, dan revvo 92 setara pertamax dengan harga Rp8.250 per liter.

Sekarang, Vivo, SPBU besutan perusahaan migas asal Belanda, resmi menjadi pemain dan pesaing baru di industri hilir migas di Indonesia bersanding dengan Pertamina, Total, Shell, dan AKR.

 


(ABD)