? Meski Tercantum di Rencana Umum Energi Nasional

DEN Serahkan Penggunaan EOR kepada Badan Usaha

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 12 Oct 2017 18:08 WIB
dewan energi nasional
DEN Serahkan Penggunaan EOR kepada Badan Usaha
Illustrasi (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meskipun penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) tercantum dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Dewan Energi Nasional (DEN) tetap menyerahkan sepenuhnya kepada badan usaha upaya seperti yang telah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan produksi migas.

"EOR itu salah satu opsi kita untuk meningkatkan produksi, potensi besar terutama di lapangan besar. Jadi dari diskusi di RUEN memang badan usaha Pertamina terus melakukan kajian-kajian," kata Sekretaris Jenderal DEN Saleh Abdurrahman di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Secara prinsip, Saleh menuturkan, penggunaan teknologi EOR dapat meningkatkan produksi migas. Hanya saja, teknologi itu terkenal mahal. Oleh karena itu, pemerintah menyerahkan kepada badan usaha untuk melakukan efiensi-efisiensi agar dapat menggunakan teknologi tersebut.

"Perusahaan harus efisien bagaimana menemukan cara terbaik untuk bisa biaya produksi EOR bisa kompetitif atau efisien. Bagaiamana caranya itu kembali pada perusahaan," ungkap Saleh.

Dalam mendukung penggunaan EOR, dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 52 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Permen ESDM Nomor 08 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split juga menyatakan, pada tahap tersier pemerintah akan memberikan tambahan split yakni mencapai 10 persen kepada badan usaha yang menggunakan EOR pada fasa produksi. 

"Untuk mendorong EOR di double kan splitnya. Agar menggunakan EOR pada fasa produksi," kata Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar beberapa waktu lalu.



(SAW)