Menteri Jonan Resmikan 10.101 SR Jargas Mojokerto

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 10 Feb 2018 08:12 WIB
jaringan gas bumi
Menteri Jonan Resmikan 10.101 SR Jargas Mojokerto
Ilustrasi jaringan gas bumi. (FOTO: ANTARA/Agung Rajasa)

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan 10.101 Sambungan Rumah (SR) Jaringan Distribusi Gas Bumi (Jargas) Rumah Tangga wilayah Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto dari pendanaan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) 2017.

Bagi Kota Mojokerto pembangunan infrastruktur ditugaskan kepada PT Perusahaan Gas Negara (Persero). Sementara, di Kabupaten Mojokerto pembangunan infrastruktur ditugaskan kepada PT Pertamina (Persero).

"Jargas di Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto dibangun karena berdekatan dengan dua sumur gas yang signifikan yang dioperasikan CNOOC Madura Limited dan Kangean Energy Indonesia. Total pembiayaannya untuk jargas di kota dan kabupaten (Mojokerto) mencapai sekitar Rp86 miliar," kata Jonan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 10 Februari 2018.

Lebih lanjut Jonan menjelaskan, pembangunan jargas ini adalah program yang dilaksanakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk pemerataan dan memprioritaskan sumber daya yang ada untuk kemakmuran rakyat sesuai semangat ketahanan energi. 

"Pemerintah itu berusaha supaya semua sumber daya alam yang dimiliki bangsa dan negara ini, bisa digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Salah satu programnya adalah jargas di wilayah atau di pemukiman atau di daerah dimana sambungan gas atau sumber gasnya tersedia," jelas Jonan.

Jonan juga menyampaikan, dengan jargas maka akan mengurangi ketergantungan terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang sebagian masih impor. 

"Setahun kebutuhan kita 6,5 juta ton, 4,5 juta di antaranya masih impor. Meski produksi gas bumi kita 1,2 juta setara barel oil per hari, jenis yang dihasilkan bukan C3 dan C4 yang bisa dibuat LPG," imbuh dia.

Ia juga berpesan agar masyarakat turut membantu PGN dan Pertamina menjaga jaringan dan peralatan sehingga gas bertekanan 0,02 bar yang sampai ke rumah-rumah dapat konsisten dan terjaga mengaliri warga.

Pembangunan jargas di Kota Mojokerto 5.000 SR meliputi Kecamatan Kauman sebanyak 502 SR,  Mentikan sebanyak 607 SR, Prajurit Kulon sebanyak 1.265 SR, Surodinawan sebanyak 1.522 SR, dan Miji sebanyak 1.104 SR. Pasokan gas berasal dari Husky CNOOC Madura Limited dengan alokasi sebesar 0,25 MMSCFD.

Sedangkan untuk Kabupaten Mojokerto, sebanyak 5.101 SR dibangun di Desa Ngoro sebanyak 1.589 SR, Desa Sedati sebanyak 1.091 SR, Desa Kembangsari sebanyak 904 SR, Jasem sebanyak 1.517 SR. Pasokan gas berasal dari Kangean Energi Indonesia dengan alokasi sebesar 0,25 MMSCFD. Jargas Kabupaten Mojokerto telah mengaliri gas sejak 24 Januari 2018. 

Adapun pembangunan Jargas oleh Kementerian ESDM telah dilakukan sejak 2009 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hingga 2017, jumlah sambungan rumah tangga yang terbangun mencapai 235.925 SR di 15 Provinsi yang tersebar di 31 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Sementara di 2018, Pemerintah menugaskan Pertamina dan PGN untuk membangun dan mengembangkan jargas di 16 wilayah. Penugasan ini tertuang dalam Kepmen ESDM Nomor 267 K/10/MEM/2018 dan Kepmen ESDM Nomor 268 K/10/MEM/2018, tanggal 25 Januari 2018.

Ke-16 wilayah tersebut adalah Medan sebanyak 5.000 SR, Prabumulih sebanyak 6.000 SR, Musi Rawas sebanyak 5.167 SR, Serang sebanyak 5.043 SR, Sidoarjo sebanyak 7.093 SR, Pasuruan sebanyak 6.314 SR.

Kemudian Probolinggo sebanyak 5.025 SR, Bontang sebanyak 5.000 SR, Balikpapan sebanyak 5.000 SR, Penajam Paser Utara sebanyak 4.002 SR, Tarakan sebanyak 4.695 SR, Bogor sebanyak 5.210 SR, Deli Serdang sebanyak 5.000 SR, Lhokseumawe sebanyak 2.000 SR, Cirebon sebanyak 3.503 SR, dan Palembang sebanyak 4.315 SR.


(AHL)