?Holding Migas Terbentuk

Kesehatan Keuangan PGN Konsekuensi bagi Pertamina

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 14 Mar 2018 18:41 WIB
pertaminaperusahaan gas negara (pgn)holding migas
Kesehatan Keuangan PGN Konsekuensi bagi Pertamina
Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Jakarta: PT Pertamina (Persero) menilai kesehatan keuangan PT Perusahan Gas Negara Tbk (Persero) sudah menjadi konsekuensi yang akan dihadapi perseroan paska pembentukan holding BUMN migas.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan Pertamina siap menerima konsekuensi tersebut. Sebab, pembentukan holding BUMN migas adalah keputusan para pemegang saham.

"Ya begini, keputusan paling tinggi itu pemegang saham. Kalau itu diputuskan tentu kita harus jalankan. Siap dengan segala konsekuensinya," kata Massa di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Massa juga menuturkan untuk menutupi dan memulihkan kinerja keuangan PGN, Pertamina menyiapkan langkah-langkah improvisasi dalam kegiatan efisiensi.

"Kita di internal juga melakukan improvement-improvement, yang belum efisien kita efisien kan," sebut Massa.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Gigih Prakoso menambahkan masuknya PGN dalam Pertamina saat holding migas terbentuk membuat Pertamina harus bebenah. Paling tidak pemulihan (recovery) kinerja keuangan PGN dapat teratasi dalam kurun waktu tiga tahun.

"Ya memang kan kendalinya di kita makanya kita harus beresin tadi kan Pak Dirut bilang pemulihannya butuh waktu paling tidak sekitar tiga tahun setelah terbentuk holding migas," jelas Gigih.

Gigih menyebutkan upaya lain selain efisiensi yang akan dilakukan Pertamina sebagai induk holding untuk pemulihan keuangan PGN adalah mengkaji kontrak-kontrak yang ada.

"Harus ada upaya besar, misalkan kita lihat kontrak-kontraknya efisiensi kenapa suplai turun, masalah harga, aset-asetnya" pungkas Gigih.

 


(AHL)