Pertamina Minta Waktu Tambahan Kaji Blok East Kalimantan

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 13 Jul 2017 11:38 WIB
pertaminaskema gross split
Pertamina Minta Waktu Tambahan Kaji Blok East Kalimantan
Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) meminta waktu untuk mengkaji lagi beberapa poin pengembangan Blok East Kalimantan. Pasalnya pemerintah meminta pengembalian blok tersebut dilakukan secepatnya setelah dinyatakan tidak ekonomis menggunakan skema kontrak gross split.

"Kemarin saya bertemu, tolong dong kasih waktu sebentar," kata Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Rabu 12 Juli 2017.

Syamsu mengatakan, saat ini tim Pertamina sedang melihat berapa lama kajian tersebut harus dilakukan. Jika memang hasil kajian tidak sesuai dengan keekonomian, maka Blok East Kalimantan akan segera dikembalikan kepada pemerintah.

"Saya lagi minta tim untuk lihat berapa lama (kajian) kalau memang masih tidak bisa masuk ya kita kembalikan," ucap dia.

Baca: Tak Ekonomis, Pemerintah Minta Pertamina Segera Kembalikan Blok East Kalimantan

Namun, dia berharap kajian tersebut akan dilakukan lebih cepat dari waktu yang ditetapkan sebelumnya yakni September 2017.

"Ya mungkin lebih cepat dari itu," imbuh dia.

Terkait penambahan kewajiban dana pemulihan tambang (Abandonment Site Restoration/ASR), Syamsu menuturkan, penerapan ASR dilakukan untuk kontrak baru. Sementara kontrak terdahulu Pertamina tidak ada kewajiban tersebut.

"Kontrak dulu kan enggak ada ASR, adanya yang sekarang. Jadi untuk mencapai keekonomian, paling tidak perlu ada perubahan split antara pemerintah dan operator. Mungkin split-nya diubah dan segala macam, kita belum tahu apa saja yang bisa membuat ekonomis," pungkas dia.

Baca: Pertamina Masih Kaji Rekomendasi Ambil Alih Blok East Kalimantan

Sebelumnya, pemerintah meminta Pertamina untuk segera mengembalikan Blok East Kalimantan lantaran hasil kajian menyatakan bahwa blok tersebut tidak ekonomis menggunakan skema kontrak gross split.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan dari beberapa kajian blok terminasi, memang blok East Kalimantan memiliki banyak anjungan lepas pantai yang membuat adanya penambahan pada kewajiban dana pemulihan tambang.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

3 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA