Jokowi soal Freeport: Kalau enggak Ngotot Dapat 9 Persen Lagi

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 05 Sep 2017 03:00 WIB
jokowifreeport
Jokowi soal Freeport: Kalau enggak Ngotot Dapat 9 Persen Lagi
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut negosisasi pelepasan saham (divestasi) PT Freeport Indonesia sudah dilakukan sejak awal pemerintahannya. Hasilnya, Freeport sepakat untuk divestasi saham sebesar 51 persen.

"Freeport beberapa tahun kita masa diberi 9 persen diam. Ini negosiasi 2,5 tahun, yang enam bulan intensif. Tapi, negosiasi 2,5 tahun memang alot. Kalau enggak ngotot dapat 9 persen lagi," kata Jokowi dalam rapat kerja nasional III Projo di di Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin 4 September 2017.

Dia juga bercerita soal pemerintah yang berhasil menguasai Blok Mahakam 100 persen. Blok itu diserahkan kepada Pertamina. Dia mempersilakan Pertamina untuk bekerja sama dengan Jepang dan Prancis untuk mengelola Blok Mahakam. Namun, kata dia, Indonesia tetap harus miliki saham mayoritas.

Baca: Menakar Nilai Divestasi Saham Freeport

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebelumnya yakin dapat membeli saham 51 persen milik PT Freeport Indonesia. Keyakinan itu tetap tinggi meski divestasi saham Freeport diperkirakan akan memiliki nilai yang sangat tinggi.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku, pihaknya membuka peluang pencarian dana tambahan dari dalam atau luar negeri. Hal itu perlu dilakukan karena dalam pembelian saham perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat itu memerlukan dana yang tidak sedikit.

"Kita cari pendanaan banyak dari mana-mana (dalam maupun luar negeri)," kata Rini, saat ditemui di Gedung BEI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis 31 Agustus 2017.




(AZF)