Empat Syarat Pemenang Lelang Kilang Mini

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 25 Nov 2016 17:13 WIB
kilang minyak
Empat Syarat Pemenang Lelang Kilang Mini
Ilustrasi. (FOTO: Reuters)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pemerintah akan menilai investor melalui beberapa poin bagi pemenang lelang pembangunan kilang mini di Klaster VIII Maluku atau di sekitar Blok Oseil dan Bula.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Ditjen Migas Kementerian ESDM Setyo Rini Tri Hutami mengatakan, ada empat persyaratan yang menjadi poin utama dalam penilaian pemenang tender. Sudah barang tentu, syarat paling utama adalah kesanggupan keuangan. Investor yang membangun kilang harus menyiapkan finansialya.

"Syaratnya ya banyak, tapi intinya secara keuangan memenuhi," kata Rini saat dihubungi Metrotvnews.com, di Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Syarat kedua, ungkap Rini, bahwasannya investor pembangun kilang tersebut harus memiliki kemampuan teknologi yang memadai. Terutama pada teknologi yang tidak mencemari lingkungan.

"Secara teknis memakai teknologi yang tidak mencemari lingkungan," sebut Rini.

Baca: Pemerintah Buka Lelang Kilang Mini Klaster XVIII

Ketiga, pemerintah akan melihat keekonomisan perhitungan pembangunan kilang. Hal itu dikatakannya sebab pembangunan itu juga harus juga menguntungkan investor. Lalu, keempat, proses pengolahan kilang yang ditawarkan harus efisien sehingga hasil produksinya bisa dijual dengan harga yang ekonomis bagi investor dan bagi konsumen.

"Secara ekonomi harus bisa untung, secara bisnis dia yakin prosesnya efisien, bisa menjual hasilnya," jelas Rini.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja sempat mengatakan sudah ada tiga sampai lima investor yang menyatakan ketertarikannya membangun kilang mini ini. Namun, Rini belum bisa menyebutkannya karena belum secara resmi diumumkan.

"Saya tidak hafal. Nanti kalau sudah resmi kita umumkan," pungkas Rini.

Sekadar informasi, Wirat kemarin mengatakan, dari kedelapan klaster kilang mini yang ada, Klaster VIII-Maluku yakni di sekitar Blok Oseil dan Bula akan dilelangkan pada Akhir November. Kilang Mini VIII merupakan klaster yang paling siap dilelangkan lebih dahulu. Atas dasar itu, pemerintah akan melelang lebih dulu dibandingkan dengan klaster lain.

Wirat menjelaskan, pada tahun ini pemerintah hanya akan melelang pembangunan kilang minyak mini di Klaster VIII Maluku. Ia mengatakan demikian karena sudah ada sekitar tiga sampai lima investor yang telah menyatakan ketertarikannya untuk membangun kilang mini di daerah tersebut.

Selain karena sudah ada investor yang berminat, Klaster VIII dilelang lebih dulu lantaran klaster ini memiliki data produksi yang paling siap dibandingkan dengan klater lain dan karena klaster ini merupakan klaster yang biaya transport penyalurah BBM-nya paling mahal.

"Klaster delapan yang paling siap. Produksi datanya lengkap, crude lengkap, juga sangat besar biaya transportasinya. Karena jaraknya jauh dari mana-mana itu sangat perlu kilang mini," jelas Wirat.


(AHL)