Solusi Atasi Tingginya Biaya Distribusi BBM ke Papua ala Kurtubi

Anggitondi Martaon    •    Rabu, 19 Oct 2016 11:53 WIB
berita dpr
Solusi Atasi Tingginya Biaya Distribusi BBM ke Papua ala Kurtubi
Mobil tangki BBM Pertamina (Foto:Antara/Irsan Mulyadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebijakan satu harga bahan bakar minyak (BBM) di Papua‎ berpotensi mengurangi keuntungan yang diperoleh PT Pertamina (Persero). Sebab, perusahaan minyak plat merah ‎itu harus menutupi biaya tinggi distribusi BMM ke Papua.

Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi menilai, hal itu merupakan salah satu konsekuensi yang harus dijalani Pertamina. Kebijakan satu harga BBM di Papua merupakan program yang dibuat oleh pemerintah.

"Karena ini kebijakan pemerintah, soal subsidi yang disebabkan kebijakan satu harga ini merupakan persoalan yang amat sangat mudah," kata Kurtubi, ditemui di Gedung Nusantara II Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Politikus NasDem itu mengungkapkan, untuk menutupi biaya tinggi distribusi ke Papua, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh Pertamina.

Pertama, subsidi silang. Kurtubi mengatakan, Pertamina bisa memanfaatkan keuntungan yang diperoleh dari penjualan BBM non-subsidi untuk menutupi biaya distribusi ke Papua.

"Misalnya, pertamina memperoleh keuntungan dari penjualan BBM non-subsidi. Kita minta keuntungan ini jangan dulu diambil oleh pemerintah. Itu bisa dipakai untuk menutupi biaya subsi‎di di Papua," kata Kurtubi.

"Atau keuntungan lain dari kegiatan pertamina, seperti lubricant, pelumas, atau produk-produk lain, Pertamina memperoleh keuntungan," tambah dia.

Selain subsidi, Kurtubi juga mengimbau kepada Pertamina maupun pemerintah agar membangun kilang minyak yang lebih besar di Papua. Saat ini, Papua hanya memiliki satu kilang minyak dan berukuran kecil.

"Ke depan, kita dorong pengadaan kilang BBM yang memiliki kapasitas besar di Papua, sehingga BBM bisa dihasilkan sendiri di tanah Papua agar mengurangi biaya distribusi ke Papua‎," ucap Kurtubi.


(ROS)