ARMI: Pemerintah Belum Gunakan Dana Reklamasi Tambang dengan Optimal

Annisa ayu artanti    •    Senin, 12 Oct 2015 22:48 WIB
pertambangan dan energi
ARMI: Pemerintah Belum Gunakan Dana Reklamasi Tambang dengan Optimal
Tambang batu bara Adaro. MEDIA INDONESIA/Danny

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Reklamasi Mineral dan Energi Indonesia (ARMI) mengungkapkan selama ini pemerintah masih belum menggunakan dana reklamasi dari perusahaan tambang dengan optimal. 

Hal itu dapat terlihat dari beberapa kawasan tambang yang terbengkalai dan dibiarkan terbuka. Ketua ARMI Riza Suarga menyatakan, pihaknya mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas bekas galian tambang tersebut dan mengapa tidak ditutup dengan dana reklamasi.

"‎Versi teman-teman sudah membayar dana reklamasi itu, tapi pengaturan di kebijakan pemerintah tidak terlalu jelas. Siapa yang bertanggungjawab?" tanya Riza dalam diskusi dengan beberapa ketua kamar dagang beberapa daerah di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Menurutnya, ini adalah suatu permasalahan besar yang terjadi di negeri ini. Sebagai contoh lain, Ia menyebutkan perusahaan kayu yang melakukan penebangan dan membiarkan hutan gundul. Perusahaan tidak mau disalahkan, karena mereka mengatakan telah mebayar dana reboisasi. Namun, tidak ada tindak lanjut dari Pemerintah.

Riza juga mengindikasikan ada triliunan rupiah di rekening pemerintah terkait dana tersebut yang tidak tersalurkan semestinya dan eksekutor dilapangan pun belum jelas seluruhnya.

"Ada triliunan Rupiah di rekening pemerintah. Eksekutor di lapangan belum clear. Ada politisasi di tambang migas," ungkap dia.



(SAW)