Pertamina Tak Monopoli Penjualan Avtur

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 30 Jan 2019 19:05 WIB
pertaminaAvtur
Pertamina Tak Monopoli Penjualan Avtur
Pertamina. MI/Makki.

Jakarta: Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan gencar melakukan sosialisasi bahwa badan usaha penyalur bahan bakar selama ini diperbolehkan untuk melakukan bisnis penjualan Avtur.

Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon Simanjuntak mengatakan hal ini untuk menjawab berbagai pertanyaan jika selama ini bisnis Avtur dimonopoli oleh PT Pertamina (Persero). Alfon mengatakan dalam aturan BPH Migas dikatakan badan usaha lain diperbolehkan untuk menjual Avtur.

"Bahwa avtur itu adalah bahan bakar. Apakah badan usaha lain boleh berbisnis avtur ? Saya sampaikan dalam peraturan boleh, jadi bukan monopoli," kata Alfon di Menara 165, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu, 30 Januari 2019.

Alfon menjelaskan halnya tersebut telah diatur dalam Peraturan BPH Migas Nomor 13 Tahun 2008 tentang pengatutan dan pengawasan atas pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak penebangan di bandara. Alfon menyatakan adanya aturan tersebut menerangkan bahwa selama ini sebenarnya tidak ada larangan dari pemerintah bagi badan usaha lain untuk berbisnis Avtur.

Alfon beranggapan banyak badan usaha yang mungkin tidak paham dengan aturan tersebut sehingga yang terlihat Pertamina seperti menguasai bisnis bahan bakar penerbangan itu. Oleh karenanya BPH Migas bakal mensosialisasikan kembali aturan tersebut. Alasannya untuk membuat harga Avtur lebih kompetitif.

"Kami akan lebih gencar untuk  sosialisasi terhadap aturan itu," tutur Alfon.

Lebih lanjut dia menambahkan saat ini ada beberapa perusahaan yang menyatakan ketertarikannya dalam bisnis Avtur. Namun dia enggan menyebutkan nama badan usaha tersebut karena belum mengajukan secara formal. Untuk berbisnis Avtur badan usaha mesti mengajukan izin niaga, memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar serta menyediakan infrastruktur penyaluran.

Avtur Masih Mahal 

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Associatiom (INACA) Askhara Danadiputra mengaku, telah mendapat komitmen dari PT Pertamina untuk menurunkan harga avtur. Pasalnya, Avtur merupakan kebutuhan paling besar maskapai penerbangan mencapai 40 persen. 
 
"Komitmen ada, tapi besarannya belum kami dapatkan dari Pertamina. Kami sudah dapatkan dari Kementerian Perhubungandan dan Kementrian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) tadi sudah disampaikan," jelasnya. 



(SAW)