Investasi Hulu Migas 2019 Ditargetkan USD14,79 Miliar

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 17 Jan 2019 12:21 WIB
skk migas
Investasi Hulu Migas 2019 Ditargetkan USD14,79 Miliar
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) menyatakan peningkatan target investasi di sektor hulu migas tahun ini dibanding tahun lalu.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebutkan target investasi hulu migas di 2019 sebesar USD14,79 miliar. Sementara di 2018 sebesar USD14,2 miliar meskipun dalam realisasi sebesar USD11,99 miliar.

"Tahun lalu enggak capai 100 persen karena kadang-kadang kan kesulitan pelaksanaan di lapangan ada perubahan desain dan lain sebagainya," kata Dwi di kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu malam, 16 Januari 2019.

Adapun untuk peningkatan investasi di tahun ini, kata Dwi, diharapkan bisa menghasilkan penemuan cadangan baru dan ujungnya bisa meningkatkan produksi. Dia bilang peningkatan tersebut juga dibarengi dengan target lifting migas 2019.

Tahun ini, SKK Migas lifting migas telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 2,025 ribu boepd dengan rincian lifting minyak 775 ribu barel per hari dan lifting gas 1,250 ribu boepd.

Dwi menyebutkan target lifting diharapkan bisa terdongkrak karena didukung rencana 13 proyek yang bakal produksi tahun ini yang total nilai investasinya sebesar USD702 juta.

Proyek-proyek tersebut adalah sebagai berikut Proyek Kompleks Betara-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Petrochina International Jabung Ltd, Proyek Terang Sirasun Batur Phase 2-KKKS Kangean Energy Indonesia, Ario Damar-Sriwijaya Phase 2-KKKS PT Tropik Energi Pandan, Proyek Pengaliran Gas Temelat ke Gunung Kembang Selatan-KKKS PT Medco E&P Indonesia, dan Proyek Bukit Tua Phase 3-KKKS Petronas Carigali Ketapang II Ltd.

Kemudian ada Proyek Full Well Steam Kedung Keris-KKKS ExxonMobil Cepu Limited, Proyek Buntal-5-KKKS Medco E&P Natuna Ltd, Proyek Bison-Iguana-Gajah Putri-KKKS Premier Oil Natuna Sea BV, Proyek Suban Compression-KKKS ConocoPhillips (Grissik) Ltd, Proyek Pemasangan Kompresor Betung-KKKS PT Pertamina EP, Proyek Bayan Gas Production Facilities-KKKS Manhattan Kalimantan Investments Pte Ltd, Proyek YY-KKKS PHE ONWJ, serta Proyek Meliwis-KKKS Santos (Madura Offshore) Pty Ltd.

Sementara itu ada empat proyek strategis nasional yang belum onstream di 2019, yaitu Proyek Tangguh Train 3 yang ditargetkan pada 2020, Proyek Jambaran Tiung Biru yang ditargetkan 2021, Proyek Indonesia Deep Water (IDD) yang ditargetkan 2024, dan Proyek Abadi yang ditargetkan 2027.


(AHL)