Tambahan Subsidi Listrik karena Tambahan Pelanggan

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 11 Jul 2017 19:31 WIB
listrik
Tambahan Subsidi Listrik karena Tambahan Pelanggan
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. MI/PANCA SYURKANI.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah menyatakan penambahan subsidi listrik dari sebelumnya Rp44,98 triliun menjadi Rp51,99 triliun dalam RAPBN-P 2017 lantaran terdapat penambahan pelanggan miskin dan rentan miskin yang sebelumnya tidak mendapat subsidi menjadi menerima subsidi.

Hal itu dikatakan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar. Ia mengatakan berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) jumlah pelanggan tersebut sebanyak 2,44 juta.

"Kan ada pelanggan yang sebelumnya tidak ter-cover dianggaran karena ada TNP2K ada costumer yang seharusnya menerima subsidi. 2,44 juta di anggaran yang sudah disetujui," kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa 11 Juli 2017.

Sebelumnya, data TNP2K mencatat tahun ini penerima subsidi listrik untuk golongan pelanggan 900 VA hanya 4,1 juta pelanggan. Tetapi TNP2K menemukan adanya tambahan pelanggan yang berhak menerima subsidi. Pelanggan tersebut berjumlah 2,44 juta pelanggan. Maka, total pelanggan yang berhak mendapatkan subsidi menjadi 6,54 juta pelanggan.

Selain itu, lanjut Arcandra, penambahan subsidi listrik dilakukan karena adanya perubahan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP). Sehingga diperkirakan adanya peningkatan tarif listrik.

"Selain itu ada perubahan harga ICP,"  pungkas dia.


(SAW)