Wamen ESDM Jelaskan Gross Split ke Wood Mackenzie

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 12 Jul 2017 09:50 WIB
skema gross split
Wamen ESDM Jelaskan <i>Gross Split</i> ke Wood Mackenzie
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memberikan penjelasan mengenai sistem kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) gross split dengan lembaga riset Wood MacKenzie sudah selesai.

Sebelumnya lembaga itu terbilang sanksi dengan skema kontrak migas yang akan diterapkan pemerintah lantaran kurang menarik dan atraktif. Tetapi, dalam pertemuan dengan lembaga riset itu, Arcandra meyakinkan MacKenzie bahwa gross split akan lebih menarik dibandingkan dengan PSC cost recovery.

"Sekarang fair enough karena dia memasukkan gross split dengan penghematan waktu dua tahun dan dilengkapinya juga kajiannya dengan memasukkan kebijakan gross split dari menteri sebesar lima persen. Jadi itu lebih baik dari PSC biasa," jelas Arcandra, di Jakarta, Rabu 11 Juli 2017.

Kemudian, lanjutnya, skema gross split akan menjadi lebih menarik dan atraktif jika aturan perpajakan khusus gross split dikeluarkan. Ia menargetkan aturan perpajakan tersebut dapat keluar akhir bulan. Berdasarkan perkembangan terakhir, minggu ini dilakukan konsinyering antar kementerian tentang aturan perpajakan tersebut.

"Kalau sudah termasuk pajak coba dihitung sekali lagi MacKenzie bilang kalau pajak sudah keluar akan lebih atraktif lagi," kata Arcandra.

Sebelumya, pemerintah tengah menyusun rancangan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Perpajakan menyusul penerapan bagi hasil migas dengan skema gross split. Sejauh ini, pemerintah terus melakukan pendalaman dan percepatan penyelesaian PP tersebut.

Pembahasan rancangan aturan dilakukan dilakukan secara intensif dan rencananya pekan depan akan dilakukan konsinyering dengan pihak-pihak terkait, termasuk juga Kementerian Keuangan. Aturan ini juga untuk memberikan kepastian kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang akan menggunakan skema gross split.

 


(ABD)