Luhut: Sejumlah Proyek Pembangkit Listrik di Jawa Ditunda

   •    Kamis, 06 Sep 2018 13:55 WIB
listrikpembangkit listriktarif listrik
Luhut: Sejumlah Proyek Pembangkit Listrik di Jawa Ditunda
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan penundaan sejumlah proyek listrik di Pulau Jawa dilakukan untuk menenangkan 'amukan' dolar Amerika Serikat (USD) yang terus menguat terhadap rupiah. Saat ini, pemerintah sedang menyelesaikan persoalan tersebut dengan harapan rupiah kembali menguat.

"Kami jadwalkan ulang beberapa proyek listrik. Supaya tidak salah mengerti, di Jawa ini sudah cukup (pasokan listrik) sekarang ini. Jadi mungkin (ditunda) enam bulan atau satu tahun karena kami mau menenangkan dulu masalah nilai tukar ini," kata Luhut, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 6 September 2018.

Pemerintah memutuskan untuk menjadwalkan ulang pengerjaan proyek infrastruktur kelistrikan sebagai upaya mengendalikan impor komponen yang menyebabkan defisit transaksi perdagangan sehingga nilai tukar rupiah terus melemah.

Perusahaan pembangkit listrik disinyalir tidak menaati kewajiban pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sehingga impor komponen melambung. Meski tidak menyebutkan secara gamblang proyek mana saja yang ditunda, Luhut memastikan, jumlahnya nanti dibatasi oleh proyek-proyek kelistrikan yang belum mencapai penyelesaian pembiayaan.

"Jadi yang sudah financial close akan terus (berjalan)," tuturnya.

Proyek kelistrikan yang belum financial close mencapai sekitar 15.200 MW. Proyek-proyek tersebut awalnya ditargetkan selesai pada 2019 namun akan ditunda pada 2021-2026. Meski ditunda, pemerintah memastikan target rasio elektrifikasi hingga 99 persen pada 2019 tetap tercapai.

 


(ABD)