Demi Stabilkan Harga, Pertamina Gelontorkan Tambahan LPG 3 Kg

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 05 Dec 2017 21:15 WIB
elpiji 3 kg
Demi Stabilkan Harga, Pertamina Gelontorkan Tambahan LPG 3 Kg
Elpiji 3 Kg (ANT/Andreas Fitri Atmoko).

Jakarta: PT Pertamina (Persero) menambah pasokan LPG 3 kg di sejumlah wilayah Marketing Operation III yang meliputi Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Penambahan ini dilakukan untuk menstabilkan harga LPG 3 kg.

Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati mengatakan, penambahan pasokan bervariasi untuk masing-masing wilayah.

Persentase paling besar adalah penambahan LPG sebesar 60 persen dibandingkan penyaluran normal. Penggelontoran tambahan LPG 3 Kg  dan operasi pasar ini dilakukan sejak Senin 4 Desember sampai Kamis 7 Desember 2017.

“Pertamina sudah melakukan operasi pasar sejak Senin (4/12) dan rencananya akan berlanjut sampai Kamis (7/12). Beberapa wilayah yang sudah menerima operasi pasar adalah Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Depok pada tanggal 4 dan 5 Desember 2017. Operasi pasar pun berjalan dengan lancar,” kata Dian dalam keterangan tertulisnya, Selasa 5 Desember 2017.

Untuk wilayah Kota Bogor, operasi pasar digelar di 25 titik dengan menyalurkan sekitar 42 persen dibandingkan rata-rata penyaluran normal. Kemudian untuk Depok, juga digelontorkan tambahan LPG 24 persen dibandingkan penyaluran normal.

Ia menjelaskan, operasi pasar bertujuan bukan hanya menambah pasokan di masyarakat, namun juga sebagai upaya untuk menstabilkan harga. Karena pada operasi pasar ini LPG 3 kg dijual sesuai dengan harga eceran resmi di masing-masing daerah.

Selain itu, penambahan pasokan juga dilaksanakan di beberapa lokasi lainnya seperti wilayah Priangan Timur yang mencakup Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran hingga 60 persen dibandingkan kondisi normal.

Sementara untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya hingga 46 persen dibandingkan penyaluran normal. Lalu untuk Bandung, Cimahi, Sumedang dan sekitarnya juga mendapat penambahan pasokan hingga 50 persen.

“Seiring dengan penambahan pasokan ini, tentunya kami juga menghimbau agar masyarakat yang bukan target pengguna LPG 3 kg agar tidak turut menggunakan LPG 3 kg. Karena LPG 3 kg ini merupakan barang yang disubsidi pemerintah khusus untuk masyarakat tidak mampu. Sehingga dalam penyalurannya juga harus dijaga kuota atau jumlahnya,” tutup dia.


(SAW)