Capai Target Produksi, Pertamina Tingkatkan Pengeboran

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 13 Oct 2016 07:41 WIB
pertamina
Capai Target Produksi, Pertamina Tingkatkan Pengeboran
Ilustrasi petugas memeriksa kondisi sumur pompa angguk (konvensional), di areal Lapangan Pertamina EP Tarakan, Kalimantan Timur. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) akan meningkatkan keandalan pengeboran untuk menggapai produksi 1,9 juta barel oil equivalent per day (boepd).

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam dalam acara Drilling and Workover Technology 2016 mengatakan bahwa peneboran adalah aksi pamungkas dalam meningkatkan produksi dan menambah cadangan baru migas.

"Pengeboran merupakan action pamungkas dalam upaya peningkatkan pro­duksi maupun menambah cadangan baru migas dan panas bumi," kata Syamsu seperti dikutip dalam laman Pertamina, di Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Syamsu Alam menjelaskan, masalah yang selama ini kerap terjadi dalam kegiatan pengeboran adalah non productive time (NPT). Masalah tersebut harus bisa dihindari, khususnya dalam situasi krisis harga minyak saat ini, karena aktivitas pengeboran merupakan kegiatan dengan biaya, teknologi, dan risiko paling tinggi. Karena itu, semua proyek pengeboran Pertamina ha­rus dilakukan dengan efektif dan efisien.

Agar bisa efektif dan efisien, lanjut dia, maka Pertamina memerlukan pekerja yang andal, mampu berinovasi, meningkatkan pengetahuan, dan mengikuti best practice process.

"Kita sudah memiliki Pertamina Drilling Way, ikuti saja panduan-panduan yang ada di situ agar dapat melaksanakan aktivitas pengeboran secara best practice," tegas Alam.

Senior Vice President Technology and Development (SVP D&T) Pertamina Amran Anwar mengaku untuk bisa mencapai target produksi 1,9 juta barrel setara minyak per hari (MMBOEPD) pada 2030 bukan perkara mudah.

Berbagai proyek pengeboran yang memiliki magnitude sangat besar sudah menanti di 2017, contohnya pengeboran eksplorasi di Parang, Blok Nunukan dan Zona Mesozoik hingga kedalaman hampir 6.000 m, di Sumatera Utara. Hal itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi perseroan.


(AHL)