Peran Media Mengedukasi Sektor Vital Kebutuhan Migas

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 05 Nov 2018 13:18 WIB
migasskk migas
Peran Media Mengedukasi Sektor Vital Kebutuhan Migas
Pemred Medcom.id Abdul Kohar dalam Seminar Nasional 'Perspektif Media Dalam Kebijakan Komunikasi Sektor Migas di Era Industri 4.0' di Kampus Sitkom Interaktif. Foto: Medcom/Whisnu Mardiansyah

Jakarta: Sektor kebutuhan energi minyak dan gas bumi di Indonesia angkanya cukup tinggi. Padahal ketersediaan cadangan energi minyak di tanah air diprediksi akan habis dalam jangka waktu 10 tahun ke depan.

Namun, mirisnya upaya pemerintah meningkatkan kapasitas industri migas kerap menemui kendala dan halangan. Salah satunya persepsi publik yang cenderung terbentuk narasi eksplorasi sektor industri migas simbol ekspansi asing.

"Saya mendata ada beberapa narasi di bidang Migas, kita ikuti itu hanya emosi sesaat," kata Pemimpin Redaksi Medcom.id Abdul Kohar dalam Seminar Nasional 'Perspektif Media Dalam Kebijakan Komunikasi Sektor Migas di Era Industri 4.0' di Kampus Sitkom Interaktif, Jakarta Selatan, Senin, 5 November 2018.

Katanya, media arus utama atau mainstream perlu memberikan penyadaran dan edukasi kepada publik akan kebutuhan eksplorasi sektor Migas. Publik jangan dijejali dengan narasi-narasi anti asing berupa penolakan acap kali ada kegiatan eksplorasi Migas.

"Pada titik itu maka harus ada yang menjaga kewarasan publik. Media sebagai fact checker. Penting karena penetrasi medsos luar biasa. Informasi berita yang salah bisa fatal," katanya.

Khususnya lanjut dia, di sektor Migas tak bisa sepenuhnya lepas dari peran serta asing. Industri ini selain berteknologi tinggi, mahal juga memiliki potensi resiko cukup besar. Jarang ada investor dalam negeri yang berinvestasi di sektor Migas.

"Siapa ya mau menginvestasikan barang yang sudah investasinya mahal belum pasti dapat sudah begitu keuntungannya jangka panjang," ujarnya.

Saat ini saja kebutuhan minyak tanah air mencapai 1,6 kita barel per harinya. Mau tidak mau harus impor sambil mencari cadangan sumur minyak baru. "Jadi ini lagi-lagi mindset kita dibentuk seolah-olah kalau kita nasionalisme itu anti asing," pungkasnya.


(MBM)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA