2017

Laba Bersih PLN di Bawah Rp10,5 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Senin, 08 Jan 2018 15:18 WIB
pln
Laba Bersih PLN di Bawah Rp10,5 Triliun
Dirut PLN Sofyan Basir. ANT/Puspa Perwitasari.

Jakarta: Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan laba bersih perusahaan di tahun lalu  tak akan lebih besar dari tahun sebelumnya. Pada 2016, PLN mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,5 triliun. Angka tersebut pun turun Rp5,1 triliun dari laba bersih di 2015 yang tercatat Rp15,6 triliun.

"Ya enggak dong, enggak bisa dong lebih besar dari 2016 yang Rp10,5 trililun," kata Sofyan ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin, 8 Januari 2018.

Perseroan memang belum mengeluarkan angka resmi. Namun, Sofyan mengatakan kenaikan harga energi primer seperti batu bara, minyak mentah membuat arus keuangan PLN ikut terbebani.

Kenaikan harga energi primer tersebut, mau tak mau ikut mempengaruhi biaya produksi perseroan, meski diakui dirinya perusahaan telah melakukan efisiensi untuk biaya operasional.

"Energi primer semuanya naik, dahsyat naiknya, sangat drastis," tutur mantan Dirut BRI ini.

Oleh karenanya, lanjut Sofyan, pihaknya tengah mengajukan agar pemerintah membanderol harga batu bara untuk dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) sebagai bahan bakar pembangkit listrik dengan harga khusus. Atau bukan menggunakan harga pasar.

"Karena kalau tidak kan kami enggak bisa tahan untuk ke depan kan tarif kan penyesuaiannya kan belum jalan. Ya mau tidak mau sisi harga pokok produksi tidak boleh naik, kalau harga pokok produksi tidak boleh naik kan energi primer tidak boleh naik, ya kan. Ada solusinya tidak boleh naik, ya DMO," pungkas dia.


(SAW)