Pertamina Memetakan Hasil Produksi Kilang untuk Suplai Premium

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 13 Jul 2017 09:56 WIB
pertaminapremium
Pertamina Memetakan Hasil Produksi Kilang untuk Suplai Premium
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) akan melakukan perbaikan kilang dan memetakan produksi premium untuk disebarkan kembali ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang saat ini tidak menjual premium.

Direktur Pemasaran Pertamina M Iskandar mengatakan, salah satu kendala dalam menyediakan premium di SPBU adalah ketersediaan kilang-kilang memproduksi BBM jenis RON 88.

Berdasarkan peta jalan yang ada, perseroan akan memetakan kembali daerah mana yang kekurangan Premium. Termasuk SPBU yang berada di daerah pelosok.

"Kita sudah sesuai roadmap dulu perbaikan kilang kita petakan. Kemampuan produksi kilang yang RON 88 kita sebar nanti di mana, terutama daerah-daerah perkampungan kita petakan," kata Iskandar di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Rabu 12 Juli 2017.

Iskandar juga menyebut, sebenarnya pengurangan konsumsi premium bukan karena perseroan mengurangi jatah premium di pasaran. Tetapi, pengurangan konsumsi tersebut lantaran konsumen sudah beralih ke BBM dengan standar RON lebih baik.

"Kita kan buat roadmap, jadi kita menuju ke kualitas yang baik. Sebetulnya customer sudah mengarah ke produk yang baik," jelas Iskandar.




Selain itu, karena premium dan pertalite memiliki selisih harga yang kecil, maka banyak konsumen lebih memilih pertalite. "Ya harganya juga, kan itu psikologis daripada daya beli," imbuh Iskandar.

Sebelumnya, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, masih ada SPBU yang tidak menjual premium di luar wilayah Jamali. Dari total 5.480 SPBU se-Indonesia, sebanyak 1.904 SPBU tidak menjual premium. Di antaranya 800 SPBU berada di Jamali dan 294 SPBU di luar Jamali.

"Ini yang jadi masalah, di luar Jamali, dari 2.000 ada 294 SPBU yang tidak menjual premium," ungkap Fanshurullah.

Kendati demikian, pihaknya sudah menugaskan Pertamina mendistribusikan premium ke luar wilayah Jamali. SPBU yang tidak menjual dianggap melanggar aturan pemerintah.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

3 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA