Garap Proyek Kilang, Pertamina Bersedia Dapat Bagian Saham Kecil

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 14 Jun 2017 17:35 WIB
pertamina
Garap Proyek Kilang, Pertamina Bersedia Dapat Bagian Saham Kecil
Ilustrasi kilang Pertamina. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) bersedia memperoleh porsi saham lebih kecil dari pada partner dalam pembangunan proyek kilang.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan, yang menjadi permasalahan saat ini adalah bagaimana off taker produksi yang dihasilkan kilang. Sedangkan, porsi saham tidak menjadi masalah sejauh kilang masih dibangun di Indonesia.

"Sebenarnya persoalannya ini kan off take. Off take ini yang lagi kita bicarakan. Kalau misalnya kita bicara komposisi saham, Kita tidak masalah. Selama kilang, bangunnya kan di sini," kata Elia di TBBM Plumpang, Jakarta Utara, Rabu 14 Juni 2017.

Elia menuturkan, perseroan akan mengikuti isi nota kesepahaman yang telah ditandatangani dengan partner pembangunan kilang. Seperti, pembangunan Refinery Development Masterplan Program (RDMP) Cilacap, Pertamina memegang saham 55 persen dan Saudi Aramco 45 persen.

Begitu Juga dengan New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Pertamina memegang saham 55 persen dan Rosneft 45 persen.

"Tapi kan yang sudah pasti kita itu sudah tertulis dengan Aaudi Aramco kita ambil 55 persen, dengan Rosneft 55 persen," ucap Elia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan, salah satu cara untuk mempercepat pembangunan kilang tersebut adalah dengan mengizinkan Pertamina -yang saat ini memiliki kendala keuangan memiliki porsi saham lebih rendah dibandingkan dengan partner strategis yang digandengnya.

"Ya salah satu opsinya yang sudah disampaikan tentu kalau Pertamina keuangannya berat porsi diturunkan, share-nya diturunkan," kata Wirat.

Menurutnya, jika opsi tersebut dilakukan pembangunan kilang minyak oleh Pertamina akan berjalan mulus dan tepat waktu sehingga dapat mengurangi impor BBM dan membantu menggerakkan perekonomian.

"Yang jelas kan saat ini kita impor BBM besar ya. Kalau kilang dibangun artinya investasi masuk perekonomian bergerak dan impor BBM berkurang," jelas Wirat.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

6 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA