Dongkrak Investasi, Menteri Jonan Lantik 85 Pejabat Kementerian ESDM

Kautsar Widya Prabowo    •    Kamis, 15 Feb 2018 13:59 WIB
kementerian esdm
Dongkrak Investasi, Menteri Jonan Lantik 85 Pejabat Kementerian ESDM
Menteri ESDM Ignasius Jonan saat melantik pejabat baru Kementerian ESDM. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan melantik 85 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Kementerian ESDM.

Pejabat yang dilantik berasal dari sektor Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, serta pejabat di Kementerian ESDM. Jonan berpesan kepada pejabat yang baru dilantik tersebut harus bisa melakukan transparansi tanpa ditunggangi kepentingan golongan.

"Seleksi itu harus terbuka, tidak boleh atasannya mengusulkan calon berdasarkan hal-hal lain kecuali kinerja. Hal-hal lain seperti kelompok dan sara tidak boleh dipertimbangkan, hanya boleh kinerja dan integritas, untuk mutasi diberitahu bahwa ini untuk meningkatkan kinerja, kalau enggak mampu lagi dipindahkan atau diganti," tegas Jonan saat pelantikan di Ruang Sarulla Gedung Sekretariat Kementerian ESDM Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

Jonan menambahkan pegawai Kementerian ESDM yang baru saja dilantik agar tidak menghambat investasi dalam negeri.

"Arahan Bapak Presiden harus dorong peningkatan investasi, kalau di kota itu di sektor ini seperti BPH Migas, SKK Migas, dan sebagainya. Karena kalau investasi tidak tumbuh, lapangan kerja tidak tumbuh. Angkatan kerja tiap tahun tambah 1-2 persen. Kita semua tidak boleh hambat investasi, sama sekali tidak boleh," pungkasnya.

Jonan mengungkapkan agar setiap pegawai tidak mencari pundi-pundi yang menyebabkan menghambatnya investasi. 

"Investasi itu menghasilkan pajak. Pajak itu untuk bayar gaji kita. Gaji kurang? Saya juga setuju, saya sepaham. Saya juga usahakan naikan tukin (tunjangan kinerja)," ucapnya.

Di sisi lain, Jonan menegaskan apabila seorang pegawai merasa pendidikannya yang tinggi tak setara dengan pendapatan yang diterima, dia pun menyarankan pegawai tersebut keluar dan mencari pekerjaan yang memberikan penghasilan besar.

"Kalau masih kurang, pergi cari penghasilan lebih besar, tapi enggak boleh cari penghasilan yang menghambat investasi," tukasnya.

Dia pun menegaskan, untuk tidak ada kegiatan yang dapat menghambat investasi di lingkungan kementeriannya.

"Jangan ada kegiatan-kegiatan yang bisa menghambat investasi. Karena dampaknya ini ke rakyat. Itu yang penting," pungkasnya.


(AHL)