Pertamina Suplai 115 KL BBM ke Karimunjawa

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 03 Feb 2018 19:21 WIB
pertamina
Pertamina Suplai 115 KL BBM ke Karimunjawa
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Irsan)

Jakarta: Pertamina MOR IV telah memberangkatkan kapal untuk mengirimkan BBM sebanyak 115 kiloliter (kl) dari pelabuhan Tanjung Mas ke Karimunjawa. Lebih kurang 18 jam perjalanan akan ditempuh untuk sampai di Karimunjawa usai izin dari Syahbandar Tanjung Mas diterbitkan.

"Kami memberangkatkan 115 kl dengan perincian pertalite 65 kl, biosolar 45 kl, dexlite 5 kl, pukul 02.00 WIb dini hari," tutur Manager Communication and CSR MOR IV, Andar Titi Lestari dalam siaran persnya, Sabtu, 3 Februari 2018.

Adapun waktu tempuh ke Karimunjawa diperkirakan sekitar 18 jam karena aspek kehati-hatian, dan keselamatan produk yang dibawa menjadi prioritas kami.

Andar juga menambahkan bahwa pengiriman elpiji ke Karimunjawa sudah berhasil dikirim melalui pelabuhan Jepara pada Jumat 2 Februari 2018 dengan membawa 1.500 tabung elpiji 3 kg pukul 05.00 WIB dengan menggunakan Kapal Sumber Makmur.

Pertamina MOR IV telah mengirimkan  BBM dan LPG ke Karimunjawa setelah menunggu sejak 10 Januari 2018 lalu di pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Jepara. Pihak Syahbandar akhirnya menerbitkan Surat Perintah Berlayar karena pertimbangan cuaca yang sudah membaik. Namun kapal pengangkut BBM baru bisa berlayar pada pukul 02.00 dini hari setelah melakukan persiapan yang matang, khususnya terkait dengan faktor safety manifest dan  pelayaran.

"Seiring dengan membaiknya kondisi cuaca di perairan laut Jawa, pengiriman BBM dan elpiji kami bagi dua. Untuk elpiji 3 kg sebanyak 1.500 tabung kami kirim melalui Pelabuhan Jepara dengan menggunakan Kapal Sumber Makmur berkapasitas 14 GT. Sedangkan untuk pengiriman BBM kami tetap menggunakan kapal (SPOB) Salim dari Tanjung Emas Semarang dengan total 115 kl.

Dia menambahkan jumlah tersebut lebih dari cukup di bandingkan dengan rencana pengiriman sebelumnya yang hanya 75 kl. Hal ini dilakukan untuk mengantipasi tingginya konsumsi di masyarakat.

Terkait dengan tangki penyimpanan BBM, Pertamina akan mengoptimalkan tangki timbun yang ada di SPBU Kompak yang mampu mengover 7-10 hari, dan akan memanfaatkan kapal pengangkut BBM sebagai floating storage untuk mengover waktu yang lebih panjang lagi.

Pertamina tetap berkomitmen dalam upaya pemenuhan kebutuhan energi nasional khususnya BBM dan elpiji di daerah-daerah remote sekali pun, seperti Karimunjawa.


(AHL)