Harga BBM Tahun Depan Harus Lapor Presiden

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 30 Nov 2017 13:30 WIB
kenaikan harga bbmharga bbm
Harga BBM Tahun Depan Harus Lapor Presiden
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum bisa memproyeksikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tahun depan meskipun saat ini harga minyak dunia terus meningkat.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan harga BBM untuk tahun depan mengikuti arahan Presiden Joko Widodo. Pihaknya sedang melakukan peninjauan dan melakukan perhitungan kepada distributor yakni PT Pertamina (Persero) berapa biaya yang diemban dalam mendistribusikan BBM tersebut.

"Pada waktunya saya harus lapor ke Presiden dulu tentang apakah ada penyesuaian naik, ada penyesuaian turun kita kan lapor Presiden," kata Jonan di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 30 November 2017.

Lebih lanjut, Jonan menuturkan sebisa mungkin dalam membahas harga BBM tahun depan sudah memasukkan biaya-biaya lain yang menjadi koefisen perhitungan harga BBM serta upaya seperti apa yang harus dilakukan sehingga harga BBM nantinya akan lebih efisen.

"Harganya berapa sih, kita duduk, kita ngobrol. Bisa efisiennya seberapa. Karena arahan Bapak Presiden coba diusahakan itu semua itu yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak harus harganya disamping kompetitif juga terjangkau," jelas dia.

Kendati demikian, Jonan menambahkan tidak akan mengubah formulasi harga. Formulasi harga tetap sama.

"Tidak (ada formulasi harga baru). Ya kalau formulanya tetap sama, tetap saja," pungkas dia.

Seperti diketahui sejak 1 Januari 2017 pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga BBM jenis Premium penugasan di luar Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) dan solar bersubsidi. Dua BBM tersebut masih dijual dengan harga masing-masing Rp6.450 per liter dan Rp5.150 per liter.


(AHL)