Jalankan B20, Pertamina Kekurangan Pasokan Minyak Sawit

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 21 Sep 2018 19:14 WIB
pertaminabiofuel
Jalankan B20, Pertamina Kekurangan Pasokan Minyak Sawit
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengklaim kekurangan pasokan minyak sawit untuk menjalankan mandatory biodiesel 20 persen (B20).

Saat ini 112 terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina yang telah siap mengolah minyak sawit (Fatty Acid Methyl Esters/FAME) untuk dicampur ke Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar guna penerapan B20 dan menyalurkannya kepada masyarakat masih kekurangan pasokan FAME dari badan usaha yang memproduksi Bahan Bakar Nabati (BBN).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyebutkan dari 112 terminal BBM, baru 69 terminal BBM yang sudah menerima penyaluran FAME. Sementara sebagian besar daerah yang belum tersalurkan FAME berada di kawasan timur seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Sulawesi.

"Seluruh instalasi Pertamina sudah siap blending B20. Namun penyaluran B20 tergantung pada suplai FAME, di mana hingga saat ini suplai belum maksimal didapatkan," kata Nicke dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 21 September 2018.

Sementara itu Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid menjelaskan dalam menjalankan program pemerintah tersebut memang sangat bergantung keberlanjutan suplai FAME dari para produsen.

Dia mencontohkan terminal BBM Plumpang di Jakarta sepanjang 15-20 September 2018 tidak bisa optimal memproduksi B20 karena kekurangan pasokan dari produsen FAME. Sementara di sisi lain, Pertamina tetap harus memproduksi BBM demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Pertamina punya 112 terminal BBM, kami siap semua untuk mengolahnya sepanjang suplai ada dari mitra yang produksi FAME. Begitu FAME datang bisa langsung kami di-blending dan jual," ucap Mas'ud.

Mas'ud juga menyebutkan, total kebutuhan FAME Pertamina untuk dicampurkan ke solar subsidi dan nonsubsidi yaitu sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun.

"Total konsumsi solar subsidi dan nonsubsidi 29 juta kiloliter per tahun, " jelasnya.

Denda

Terkait adanya denda sebesar Rp6.000 per liter bagi badan usaha BBM yang tidak melakukan pencampuran FAME, Mas'ud menyatakan pihaknya akan berdiskusi dengan pemerintah terkait hal ini.

"Denda ini kami dukung supaya disiplin. Tapi  kalau kondisi di lapangan suplai FAME-nya tidak ada, kami juga tidak bisa mengolah dan menyalurkan B20. Jadi ini harus didiskusikan lagi dengan pemerintah," pungkas Mas'ud.


(AHL)