Alasan PGN Hanya Ambil Alih 51% Saham Pertagas

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 18 Jul 2018 07:46 WIB
pertaminaperusahaan gas negara (pgn)pertagasholding bumnholding migas
Alasan PGN Hanya Ambil Alih 51% Saham Pertagas
Direktur Utama PGN Jobi Triananda? (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN telah mengakuisisi sebanyak 51 persen saham PT‎ Pertamina Gas (Pertagas). Akuisisi yang dilakukan tidak 100 persen dikarenakan perusahaan membutuhkan dana guna membiayai infrastruktur gas.

Direktur Utama PGN Jobi Triananda‎ menegaskan membangun infrastruktur gas membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena itu, akuisisi Pertagas tidak dilakukan secara sepenuhnya dan hanya mengambil porsi sebesar 51 persen.

"Hari ini kita pikirkan hanya 51 persen Pertagas, sisanya kita pakai untuk biaya Infrastruktur karena perlu biaya besar untuk kembangkan infrastruktur," ungkap Jobi, ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

Jobi menilai memiliki Pertagas bukan tujuan utama dari PGN lantaran yang penting dalam akuisisi saham Pertagas adalah menjadi pemegang saham mayoritas. Dengan kondisi itu, PGN mempunyai kontrol yang kuat terhadap laju bisnis Pertagas di masa mendatang.

"Paling penting kami bisa kendalikan dan kami bisa kontrol di bawah kita, tidak ada duplikasi lagi," jelas dia.

Selain itu, sambungnya, dengan membeli sebanyak 51 persen saham Pertagas maka PGN dapat menganggarkan dana untuk pembangunan infrastruktur gas yang lebih baik. Apabila mengambil alih 100 persen, dikhawatirkan PGN tidak bisa menjalankan pembangunan infrastruktur gas secara maksimal.

"‎Kami bisa manfaatkan sisanya untuk kembangkan infrastruktur. Setelah lakukan 100 persen kita diam. Kita tidak bisa lakukan untuk pembangunan infrastruktur,"‎ pungkas dia.

 


(ABD)