Jual Saham WKP Salak & Darajat, Chevron Harus Patuhi 3 Hal

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 25 Nov 2016 14:54 WIB
chevron
Jual Saham WKP Salak & Darajat, Chevron Harus Patuhi 3 Hal
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah berpesan ada tiga hal yang harus dipatuhi oleh PT Chevron Indonesia yang hendak melepaskan sahamnya pada pengelolaan wilayah kerja panas bumi (WKP) Salak dan Darajat.

Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saefulhak mengatakan, Chevron bukan menjual aset melainkan menjual sahamnya. Penjualan saham tersebut dilakukan melalui mekanisme lelang. Menurutnya, hal ini boleh saja dilakukan sebab dalam kontrak bersama, Pertamina membolehkan menjual saham dengan proses business to business (b to b).

"Yang lelang, yang melakukan proses apa pun itu Chevron. Itu dibolehkannya dalam kontraknya dengan Pertamina. Dalam kontrak membolehkan saham dijual seperti itu dengan proses b to b," jelas Yunus, dalam diskusi di Kantor Ditjen EBTKE, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Chevron melakukan penjualan saham ini karena ingin fokus ke dalam lini bisnis utamanya. Apalagi dengan kondisi harga minyak yang rendah saat ini banyak perusahaan yang memangkas lini bisnisnya.

Baca: Pertamina Raih Prioritas Utama Akuisisi Aset Panas Bumi Salak & Darajat

Kendati demikian, Yunus menjelaskan, Direktur Jenderal EBTKE meminta dalam proses jual beli saham tersebut tidak akan menimbulkan masalah yang lainnya, seperti ketenagakerjaan, kelangsungan operasi, dan persoalan negosiasi harga.

"Yang dipersyaratkan oleh Pak Rida (Dirjen EBTKE), pemerintah, jadi pertama keberlangsungan operasi tidak boleh terganggu. Kemudian yang kedua ketenagakerjaannya sesuai regulasi di Depnaker tidak boleh terganggu. Artinya menerus. Ketiga, tidak mengubah Power Purchase Agreement (PPA)," jelas dia.

Yunus menekankan, apabila sudah sepakat jual beli saham tersebut, tarif listriknya tetap yang tertera pada PPA awal dan tidak boleh diubah.

Baca: PGE Disebut Ideal Ambil Alih Aset Panas Bumi Chevron

"Tidak boleh gara-gara belinya kemahalan minta tarifnya lagi. Jadi sama lah seperti Chevron yang saat ini," ujar dia.

Sekadar informasi, ada lima perusahaan yang tertarik dalam saham Chevron tersebut adalah Pertamina, MedcoEnergi, Marubeni, Star Energy, dan Mitsui.


(AHL)