Harga Gas Jangan Dijadikan Alasan Dongkrak Penerimaan Negara

Husen Miftahudin    •    Kamis, 13 Oct 2016 14:57 WIB
gas
Harga Gas Jangan Dijadikan Alasan Dongkrak Penerimaan Negara
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. MTVN/Husen Miftahudin.

Metrotvnews.com, Jakarta: Harga gas di Indonesia mencapai USD9,5 per MMBTU. Padahal, harga gas di negara-negara ASEAN seperti Vietnam hanya USD7, Malaysia USD4, dan Singapura USD4 per MMBTU. Hal ini berimplikasi sangat besar pada kemampuan daya saing industri nasional terutama industri keramik, industri tekstil, industri petrokimia, industri pupuk, dan industri baja yang banyak menggunakan gas dan Industri.

Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah menurunkan harga gas untuk industri. Sebab dengan penurunan harga gas, daya saing industri Indonesia akan meningkat sehingga produk-produk yang dihasilkan mampu berdaya saing.

Untuk menurunkannya, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menilai, pemerintah harus merubah pola pikir terhadap harga gas untuk industri. Menurut dia, harga gas jangan dijadikan sebagai pemasukan bagi penerimaan negara.

"Harus ada perubahan mindset. Pemerintah kita sampaikan agar jangan melihat gas itu sebagai revenue driven buat pemerintah, tapi sebagai jembatan atau infrastruktur untuk peningkatan industri kita," ujar Rosan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016).

Dia menjelaskan, harga gas industri di Indonesia saat ini berkisar antara USD9 hinga USD12 per MMBTU. Jika harga gas turun jadi USD6 per MMBTU, maka akan mendorong industri lokal semakin berkembang.

Tingginya harga gas juga diakui Rosan menjadi alasan beralihnya investor ke negara-negara lain. Kondisi demikian yang membuat Indonesia malah buntung jika harga gas dianggap sebagai pendongkrak bagi penerimaan negara.

"Kalau misalnya (harga gas jadi) USD6 itu pasti sangat signifikan bagi industri dan kita yakin industri jadi lebih kompetitif dan multiplier efeknya pasti tinggi sehingga akan mendorong industri kita makin berkembang. Jadi USD7 saja saya rasa akan mendorong, karena multiplier effect-nya banyak," tegas Rosan.

Seperti diketahui, harga gas untuk industri di Indonesia merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Sebagai gambaran, harga gas industri di Vietnam hanya USD7, Malaysia USD4, dan Singapura USD4 per MMBTU.


(SAW)