Jika Kontrak Karya Freeport Berakhir di 2041

Freeport Indonesia Sisakan 2,3 Miliar Ton Bijih Tembaga

Annisa ayu artanti    •    Senin, 20 Mar 2017 19:13 WIB
freeport
Freeport Indonesia Sisakan 2,3 Miliar Ton Bijih Tembaga
Tambang Freeport di Papua. ANTARA/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Freeport Indonesia telah menghitung total cadangan yang akan disisakan kepada Indonesia ketika Kontrak Karya berakhir pada 2041 sekitar 2,3 miliar ton cadangan bijih tembaga. Cadangan tersebut termasuk cadangan yang baru ditemukan di blok tambang Kucing Liar.

Senior Vice President Geo Enginering PT Freeport Indonesia Wahyu Sunyoto mengatakan, berdasarkan data per 31 Desember 2016, perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) ini baru menambang 1,7 miliar ton bijih tembaga.

"Sampai hari ini cadangan PT Freeport sudah ditambangan 1,7 miliar ton. Ini adalah rekapitulasi cadangan sampai 31 Desember 2016," kata Wahyu dalam diskusi di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin 20 Maret 2017.

Wahyu menyebutkan, sebenarnya total cadangan mineral tembaga yang akan diolah Freeport Indonesia masih besar. Apalagi terdapat cadangan baru yang ditemukan di blok tambang Kucing Liar. Jika dijumlahkan cadangan yang sudah ada dan cadangan di blok baru tersebut mencapai 2,3 miliar ton.

Namun karena tidak mendapatkan izin ekspor konsentrat dan kapasitas di stockpile penuh, Freeport tidak bisa melakukan pengolahan maksimal. 

"PT Freeport pernah mencapai 300 ribu ton ore per hari dikirim mill, tapi kapasitas optimum sekarang hanya 240 ribu ton ore," ujar dia. 

Dalam kata lain, karena tidak bisa memaksimalkan pengolahan, Freeport masih menyisahkan cadangan dalam jumlah yang cukup besar setelah Kontrak Karya berakhir di 2041. 

"Secara perhitungan sumber daya alamnya tersisa 2,3 miliar. Itu  yang akan kami tinggalkan sekiranya sampai 2041 siapapun yang mengoperasikan Kontrak Karya (KK) dikemudian hari," jelas dia.


(SAW)