Pemerintah Izinkan Pertamina Bermitra dengan Saka Kelola Blok Sanga-Sanga

Annisa ayu artanti    •    Senin, 13 Nov 2017 20:38 WIB
migasgaspertaminaperusahaan gas negara (pgn)kementerian esdm
Pemerintah Izinkan Pertamina Bermitra dengan Saka Kelola Blok Sanga-Sanga
Gedung Kementerian ESDM (Foto: dokumentasi Setkab)

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan izin kepada PT Pertamina (Persero) untuk bermitra dengan PT Saka Energi Indonesia (Saka), anak usaha dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), untuk mengelola Blok Sanga-Sanga di Kalimantan Timur (Kaltim).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Ego Syahrial mengatakan, Saka boleh saja menjadi operator blok Sanga-Sanga jika mampu menjaga produksi blok tersebut. Pemerintah sudah memberi kesempatan kepada Saka untuk mengajukan proposal untuk menjadi operator blok Sanga-Sanga.

Apabila Saka mampu menaikkan porduksi maka tidak menutup kemungkinan Saka tetap berada di Blok Sanga-Sanga.  

"Saya bilang mereka dikasih kesempatan juga kalau memang proposalnya bisa lebih betul-betul menyakini bisa menaikkan produksi, karena kan seluruh wilayah kerja terminasi ini bedanya lapangan minyak dan lapangan ini lapangan yang sudah mature sudah dalam tahap decline," jelas Ego, di Hotel JW Mariott, Kuningan, Jakarta, Senin 13 November 2017.

Pemerintah, diakuinya, saat ini sangat terbuka dengan berbagai usulan kegiatan yang akan dilakukan calon operator kepada blok Sanga-Sanga. Termasuk PT Pertamina (Persero) yang ditugaskan mengelola delapan blok terminasi. Pemerintah menekankan asalkan produksi meningkat akan dipertimbangkan untuk masuk ke blok tersebut.

"Ayo Pertamina usulkan kegiatannya apa, ayo usulkan proposal terbaik untuk republik. Republik ini kan cari minyak, produksi jangan turun dan lifting itu dinaikkan. Biaya produksi tidak meningkat. Kalau ada yang bisa meyakinkan menawarkan lebih baik ya kita persilakan tapi untuk sebelumnya kita kasih kesempatan ke Pertamina dulu," kata dia.

Intinya, Saka bisa saja bermitra dengan Pertamina mengelola blok Sanga-Sanga untuk kebaikan semua pihak dan menjaga produksi migas. "Bisa juga bermitra di sana. Pokoknya gini lah ini demi kebaikan semua pihak," pungkas dia.

Sebagai informasi, kontrak Blok Sanga-Sanga akan berakhir pada 2018 mendatang. Sekarang blok Sanga-sanga dioperatori oleh VICO Indonesia dengan pemegang hak kelola VICO adalah Virginia Indonesia Co sebesar 7,5 persen, ENI sebesar 26,25 persen, CPC sebesar 20 persen, Universe Gas & Oil sebesar 4,37 perse dan Saka sebesar 26,25 persen.

Di semester I-2017, Blok Sanga-sanga mencatat produksi minyak bumi sebanyak 14.400 barel per hari (bph) dari target 10.400 bph dan produksi gas sebanyak 153 mmscfd dari target produksi gas dipatok 130 mmscfd.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 tahun 2015, ketika kontrak blok migas akan berakhir pemerintah harus segera memutuskan siapa yang akan melanjutkan kontrak blok migas tersebut satu tahun sebelum habis.


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA