Industri Keramik akan Terima Penurunan Harga Gas Industri

Desi Angriani    •    Selasa, 10 Oct 2017 19:57 WIB
gas
Industri Keramik akan Terima Penurunan Harga Gas Industri
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto ANT/Akbar Nugroho Gumay.

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah industri petrokimia, baja, dan pupuk, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian berencana akan menambah jenis industri untuk menikmati penurunan harga gas untuk industri keramik.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto membenarkan salah satu industri yang bakal merasakan penurunan harga gas selanjutnya adalah keramik. Kementerian Perindustrian juga sudah merekomendasikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk segera mengeluarkan kebijakan penurunan harga gas untuk industri keramik tersebut.

"Ya salah satunya keramik," kata Airlangga di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Airlangga menyebutkan, ada beberapa pertimbangan yang membuat industri keramik menjadi industri tambahan setelah pupuk, petrokimia, dan baja. Pertimbangan pertama adalah karena industri keramik menyerap banyak tenaga kerja dan memiliki daya saing yang tinggi.

"Tenaga kerja di industri itu banyak. Industri keramik punya daya saing tinggi," sebut dia.

Lalu, pertimbangan lainnya karena dalam industri keramik seluruh bahan bakunya di dalam negeri serta memiliki demand yang besar dan bisa diekspor.

"Karena seluruh bahan bakunya di dalam negeri. Dan domestik demand ada dan bisa ekspor," ucap dia.

Saat ini, harga gas untuk industri keramik berkisar sekitar USD9 sampai USD10 per MMBTU. Disisi lain, Airlangga juga mengeluhkan penurunan harga gas yang belum maksimal di Medan. Harga gas tersebut masih berkisar USD10 per MMBTU. Harga ini dinilai masih belum kompetitif untuk industri disana.

"Harga gas industri ini lagi dibahas lagi tentunya terus kita lihat karena ada beberapa seperti di Medan itu angkanya masih mendekati USD10 per MMBTU dan industri masih membutuhkan yang lebih kompetitif," pungkas dia.



(SAW)