Penambahan Alokasi Subsidi Agar tak Beratkan Keuangan Pertamina

Annisa ayu artanti    •    Senin, 12 Mar 2018 19:48 WIB
stok bbmsolar subsidipremiumharga bbm
Penambahan Alokasi Subsidi Agar tak Beratkan Keuangan Pertamina
BBM. ANT/Sigid Kurniawan.

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan penambahan alokasi dana subsidi untuk solar dilakukan supaya tidak memberatkan keuangan PT Pertamina (Persero).

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial lantaran keekonomian solar tidak tercapai karena naiknya harga minyak dunia.  "Tapi minimalkan supaya jangan terlalu berat (Pertamina)," kata Ego di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.

Seperti diketahui, perhitungan alokasi subsidi solar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 ditentukan berdasarkan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) yang dipatok USD48 per barel. Sementara saat ini harga rata-rata minyak dunia diatas USD60 per barel.

Pemerintah juga telah memutuskan tidak menaikkan harga premium penugasan dan solar bersubsidi sampai akhir 2019 untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, supaya tidak memberatkan keuangan perusahaan maka pemerintah mengusulkan subsidi solar naik di APBN-P 2018.

"Ini (usulannya) sedang ngomong ke DPR untuk minta persetujuan," ucap dia.

Pemerintah menginginkan kenaikan alokasi subsidi dua kali lipat dari alokasi yang ditetapkan saat ini. Ego menyebutkan, pemerintah mengusulkan alokasi subsidi Rp1.000 per liter. "Iya, kan Rp500 ya naikkan Rp1.000 lah," pungkas dia.


(SAW)


Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

3 hours Ago

Pengalihan komando Pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam kepa…

BERITA LAINNYA