2018, Saka Energi Siapkan Belanja Modal hingga Rp2,7 Triliun

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 12 Dec 2017 16:10 WIB
saka energi indonesia
2018, Saka Energi Siapkan Belanja Modal hingga Rp2,7 Triliun
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Jakarta: PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) menyiapkan dana sampai USD200 juta atau setara Rp2,7 triliun (kurs USD1 = Rp13.575) untuk investasi tahun depan. Investasi tersebut termasuk pengeboran sumur pengembangan dan sumur eksplorasi.

President Director PGN Saka Tumbur Parlindungan mengatakan telah menyiapkan anggaran sekitar USD150 juta sampai USD200 juta untuk kegiatan tersebut. Dalam rencana kerja 2018, PGN Saka akan melakukan pengeboran tujuh sumur yang terdiri dari empat sumur pengembangan dan tiga sumur eksplorasi. Tiga sumur eksplorasi tersebut berada di blok Pangkah, blok South Sesulu, dan blok Wokam II.

"USD150 juta sampai USD200 juta untuk semua (blok) di tahun depan," kata Tumbur dalam diskusi dengan media di kawasan Blok S, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2017.

Ia menjelaskan, dalam melakukan pengeboran sumur setidaknya perseroan harus mengeluarkan dana sekitar USD10 juta sampai USD15 juta per sumur. Jika tahun depan pembangunan mencapai tujuh sumur maka total investasi sekitar USD150 juta.

"Drilling per well USD10 juta sampai USD15 juta kali tujuh saja. Terus development, USD150 jutaan," ucap dia.

Tumbur menjelaskan, investasi tersebut paling banyak dikucurkan untuk pengembangan blok Pangkah. PGN Saka menjadi operator di blok itu. Rencananya di blok Pangkah akan dilakukan pengeboran sumur pengembangan dan sumur eksplorasi.

"Hampir 60 persen Pangkah. Kan ngebor development dan eksplorasi," imbuh dia.

Adapun biaya produksi untuk blok Pangkah, ia menyebut termasuk yang paling mahal dibandingkan blok-blok lainnya. Biaya produksi blok Pangkah sebesar USD8 sampai USD9 per barel. Sementara blok PGN Saka di luar negeri yakni Fasken di South Texas, Amerika yakni sekitar 70 cent dolar per barel.

"Dari Pangkah USD8 sampai USD9 per barel," ucap dia.


(AHL)