Eksploitasi Sumur Dimulai

PLTP Rantau Dedap akan Hasilkan Listrik 22 MW

Suci Sedya Utami    •    Senin, 06 Aug 2018 11:04 WIB
plnkementerian esdm
PLTP Rantau Dedap akan Hasilkan Listrik 22 MW
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Jakarta: Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) Rantau Dedap di Sumatera Selatan yang berada di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan telah memasuki tahap eksploitasi.

Hal ini ditandai dengan penajakan sumur RD-I3 yang merupakan sumur eksploitasi pertama oleh Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana, didampingi oleh Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari.

PLTP Rantau Dedap akan dikembangkan dalam dua tahap dengan kapasitas keseluruhan sebesar 220 megawatt (mw). Tahap pertama sebesar 86 mw direncanakan akan COD pada pertengahan 2020, sedangkan tahap kedua sebesar 134 mw ditargetkan akan COD 2025. Setelah beroperasi nantinya PLTP Rantau Dedap akan mampu melistriki lebih dari 130 ribu rumah. Selain itu pada tahap konstruksi proyek ini akan menciptakan 1.200 lapangan kerja baru.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah memberikan persetujuan kepada PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT SERD) untuk memasuki tahap eksploitasi melalui surat Menteri ESDM Nomor 2224/31/MEM.E/2018 tanggal 9 Maret 2018. Persetujuan ini diberikan dengan pertimbangan bahwa PT. SERD telah menyelesaikan kegiatan eksplorasi (2010-2018) meliputi survei geosains, pembangunan infrastruktur, pengeboran 6 sumur eksplorasi dan uji sumur serta penyusunan dokumen studi kelayakan.

PT SERD selaku pemegang Izin Panas Bumi, telah mencapai financial close pada 23 Maret 2018 dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Asian Development Bank (ADB), Nippon Export and Investment Insurance (NEXI) dan international commercial banks (Mizuho Bank Ltd, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Sumitomo Mitsui Banking Corporation) sebesar USD540 juta untuk pengembangan Unit 1.

Adapun total biaya yang dibutuhkan untuk proyek ini sekitar USD700 juta. Selain itu PT SERD juga telah mendapatkan penyesuaian harga melalui amandemen power purchase agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) pada 6 November 2017 yang semula 8,86 cent USD/kWh menjadi sebesar 11,76 cent USD/kWh.

Kegiatan eksploitasi di proyek geotermal Rantau Dedap meliputi pengeboran 16 sumur panas bumi dan dibarengi dengan pembangunan PLTP Rantau Dedap Tahap I dengan kapasitas 86 mw oleh konsorsium PT Rekayasa Industri dan Fuji Electric Co. Pengeboran sumur RD-I3 ini merupakan yang pertama dari 16 sumur bor eksploitasi (14 sumur produksi dan dua sumur injeksi) dengan rata-rata kapasitas sebesar 7,8 mw per sumur.

PLTP ini menggunakan energi panas bumi dengan kapasitas sekitar 1.948,5 mw, dan merupakan peringkat kedua terbesar penghasil listrik dari panas bumi di dunia, setelah Amerika Serikat. Adapun potensi sumber daya panas bumi di Indonesia mencapai 28,5 GW.

Proyek PLTP Rantau Dedap akan memberikan tambahan penerimaan negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar USD106,87 juta untuk masa eksploitasi dan pemanfaatan dan pendapatan lainnya dengan rincian sebagai berikut:

a. Total iuran eksplorasi sebesar USD626.460.
b. Total iuran tetap selama eksploitasi dan pemanfaatan (30 tahun) sebesar USD4,25 juta.
c. PNBP iuran produksi/royalti dengan asumsi pembangkitan listrik 681,9 GWh/tahun sebesar USD85 juta selama masa eksploitasi dan pemanfaatan.
d. Bonus produksi untuk tiga Kabupaten Muara Enim, Lahat dan Pagar Alam sebesar USD17 juta selama masa produksi.

Penerimaan negara ini belum termasuk penerimaan dari sektor pajak.


(AHL)


Menkeu Bicara Kesuksesan Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

Menkeu Bicara Kesuksesan Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

8 hours Ago

Pertemuan tahunan IMF-World Bank Group 2018 telah resmi ditutup pada Minggu (14/10/2018). Acara…

BERITA LAINNYA