Pertamina Tambah Stok BBM hingga 36% di Kalsel

   •    Sabtu, 09 Jun 2018 11:02 WIB
pertaminastok bbmharga bbmMudik Lebaran 2018
Pertamina Tambah Stok BBM hingga 36% di Kalsel
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Banjarmasin: PT Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan akan menambah stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga 36 persen per hari. Langkah itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan selama arus mudik Idulfitri 1439 hijriah.

Region Manager Communication & CSR Kalimantan Pertamina Yudi Nugraha mengatakan Pertamina Regional Kalimantan Selatan telah menyiapkan stok produk premium hingga 1.020 kiloliter per hari atau 36 persen lebih tinggi dari rata-rata harian normal.

"Penambahan produk BBM nonsubsidi seperti pertamax dan pertalite diantisipasi sampai dengan kenaikan tiga persen atau sekitar 927 KL per hari," tuturnya, seperti dikutip dari Antara, di Banjarmasin, Sabtu, 9 Juni 2018.

BBM jenis gasoil seperti solar dan dexlite, tambah dia, trennya akan cenderung menurun hingga delapan persen dengan rata-rata konsumsi harian sebesar masing-masing 690 KL dan 100 KL. Dengan mempertimbangkan tren konsumsi BBM dan elpiji yang terjadi tahun sebelumnya, pada masa puasa dan Idulfitri 2018 ini Pertamina telah menyiapkan stok tambahan.

Tentunya stok tambahan tersebut bervariasi di tiap-tiap daerah. Kenaikan itu rata-rata mencapai 15 persen untuk produk BBM dan tujuh persen untuk elpiji di seluruh wilayah Region VI Kalimantan. "Kenaikan konsumsi BBM dan elpiji pada Ramadan dan Idulfitri merupakan hal yang sudah lumrah terjadi, terutama menjelang puncak arus mudik dan arus balik," katanya.

Menurut Yudi meski terdapat jenis BBM yang diestimasi turun, tim Pertamina akan tetap melakukan pemantuan harian sehingga kebutuhan yang diluar prediksi dapat cepat dikendalikan. Pemantauan lebih intensif, tambah dia, juga dilakukan terutama di titik kepadatan.

Titik itu seperti di daerah wisata Pantai Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Pantai Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar dan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

"Kami sudah memetakan titik-titik berpotensi kemacetan seperti di jalur Astambul hingga Hulu Sungai, jalur masuk Banjarbaru-Banjarmasin dan beberapa titik di Kota Banjarmasin," pungkasnya.

 


(ABD)