Perizinan Siap Direformasi untuk Tingkatkan Investasi Panas Bumi

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 13 Oct 2016 19:34 WIB
panas bumi
Perizinan Siap Direformasi untuk Tingkatkan Investasi Panas Bumi
Plt Menteri ESDM Luhut B Panjaitan (ketiga kanan) (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mempercepat pembangunan dan pemanfaatan panas bumi (geotermal) dengan cara mereformasi perizinan dari semula 21 perizinan menjadi empat perizinan.

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, banyak perizinan yang dilakukan di luar Kementerian ESDM. Hal itu yang menghambat pengembangan panas bumi di Indonesia. Tentu perlu ada perbaikan agar kondisi seperti itu tidak terus terjadi.

"Kita lagi coba melihat apa yang bisa kita sederhanakan aturan-aturannya supaya lebih mudah untuk melakukan perolehan izin dan eksplorasi geotermal. Banyak ada di luar kita. Tapi sekarang sudah dikurangi. Sekarang sudah lebih sederhana," kata Luhut, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Baca: Proyek Panas Bumi Diklaim Tidak Ada yang Mangkrak
 

Sementara itu, Direktur Panas Bumi, Direktorat Jenderal EBTKE, Yunus Saefulhak menjelaskan, dampak dari pemangkasan perizinan nantinya sangat banyak. Mulai dari percepatan waktu pengembangan dan daya tarik investor.

Namun secara garis besar, dampak positif pemangkasan perizinan ini akan terasa untuk jangka panjang. Sebab, pengembangan panas bumi memerlukan waktu yang cukup yakni sekitar tujuh tahun. Pemangkasan izin ini akan mempercepat waktu pengembangan dua tahun.

"Jadi dampaknya baru terasa lima tahun ke depan. Satu lagi dampak lain itu tentu investor tertarik. Tentu mereka datang ke Indonsesia," ujar Yunus.

Baca: Pemerintah Klaim Lelang Wilayah Kerja Panas Bumi Banyak Peminat

Saat ini, lanjut Yunus, banyak pengembang yang sudah menyatakan berminat dalam mengembangkan panas bumi di Indonesia. Yunus menyebutkan, capaian investasi panas bumi tahun lalu mencapai 125 persen. Diharapkan pemangkasan perizinan ini capaian investasi tahun ini bertambah.

"Kalau itu kita lihat saja perusahaan yang bermain semakin tambah banyak, itu saja ya. Contoh, capaian investasi tahun lalu 125 persen. Mudah-mudahan bisa capai 150 persen tahun ini," pungkas Yunus.

 


(ABD)