Optimisme Pemerintah Kembangkan 3,6 GW EBT per Tahun

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 13 Oct 2016 08:25 WIB
energi terbarukan
Optimisme Pemerintah Kembangkan 3,6 GW EBT per Tahun
Energi terbarukan di Indonesia. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis dapat mengembangkan energi baru terbarukan sebesar 3,6 gigawatt (GW) per tahun dalam kurun waktu 10 tahun.

Sikap optimistis ini merupakan salah satu langkah untuk mencapai target 23 persen energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional atau setara dengan 45 GW pada 2025.

Direktur Bioenergi Sudjoko Harsono mengatakan kapasitas energi baru terbarukan saat ini baru mencapai 9,8 persen dalam bauran energi nasional. Untuk mengembangkan energi baru terbarukan sampai 23 persen dibutuhkan investasi yang cukup besar yakni Rp1.600 triliun.

"Saat ini kapasitas terpasang energi baru terbarukan 8,66 GW atau memberikan kontribusi sebesar 9,8 persen dalam bauran energi nasional," kata Sudjoko, seperti dikutip dalam laman Ditjen EBTKE, di Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Karena membidangi bioenergi, Sudjoko menjelaskan, pemerintah telah membuat beberapa kebijakan dan program agar kontribusi bioenergi pada 2025 sesuai dengan target, antara lain menerapkan mandatori penggunaan bahan bakar nabati (BBN) 20 persen. Menurutnya, penerapan mandatori tersebut terbilang sukses karena pemerintah saat ini tengah bersiap untuk meningkatkan lagi menjadi mandatori B-30.

"Kita juga semua tahu Indonesia sukses dalam menerapkan mandatori B20 dan sekarang pemerintah bersama dengan stakeholder bersiap untuk ke tingkat lebih tinggi lagi yaitu mandatori B-30,"paparnya.

Selain mandatori, menurut Sudjoko, dalam mengejar target 23 persen energi baru terbarukan, pemerintah juga telah menetapkan skema feed in tariff untuk biomass, biogas dan pembangkit listrik sampah kota. Dengan adanya skema tersebut sangat membantu perkembangan pembangkit listrik berbasis bioenergi agar berjalan baik.

"Perkembangan pembangkit listrik berbasis bioenergi berjalan baik terutama setelah pemerintah menerapkan kebijakan feed in tariff," ucap dia.

Sekadar informasi, total kapasitas pembangkit listrik berbasis bioenergi on grid tahun ini mencapai 126,6 mw yang terdiri dari biogas, biomass, dan sampah kota.


(AHL)